Gandeng UNS, Kemendag Luncurkan Campuspreneur untuk Cetak Eksportir Muda
- 02 Apr 2026 12:12 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia resmi meluncurkan program Campuspreneur sebagai langkah strategis mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor di Auditorium GPH Haryo Mataram Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis, 2 April 2026.
Program ini mengintegrasikan peran perguruan tinggi dengan kebijakan perdagangan nasional guna mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja (job creator).
Rektor UNS, Prof. Hartono, dalam sambutannya menekankan sektor ekspor memiliki peran vital sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Prof. Hartono menyatakan kolaborasi ini selaras dengan arah kebijakan strategis "Dream Team" UNS yang menekankan pada kolaborasi produktif dengan mitra pemerintah dan industri.
Melalui penandatanganan dokumen kerja sama yang mencakup implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi hingga perjanjian dengan sektor ritel modern, UNS berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat.
Pihak kampus berharap sinergi ini tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar melahirkan startup mahasiswa yang kompetitif di pasar internasional.
"Mahasiswa harus didorong menjadi eksportir muda yang mampu membawa produk-produk Indonesia ke pasar dunia. Program Campuspreneur ini insyaallah akan menjadi jembatan transformasi tersebut," ujar Prof. Hartono.
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, yang juga merupakan alumnus terbaik UNS, hadir langsung untuk memberikan motivasi bagi para mahasiswa. Ia menyoroti fakta rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,29 persen.
Angka tersebut masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang sudah berada di kisaran 10 persen, atau Singapura di angka 8 persen. Program Kampus Preneur diharapkan menjadi katalisator untuk meningkatkan rasio tersebut hingga mencapai standar negara maju di kisaran 10 hingga 12 persen.
Budi Santoso menjelaskan pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memfasilitasi akses pasar melalui business matching dengan perwakilan perdagangan di luar negeri seperti Atase Perdagangan dan ITPC.
Fokus utama program ini adalah membantu mahasiswa dalam aspek hilirisasi produk sehingga bisnis yang dibangun memiliki nilai tambah dan siap bersaing. Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak mahasiswa yang telah memulai usaha dengan bakat bisnis yang luar biasa, sehingga pendampingan dari hulu ke hilir menjadi sangat krusial.
"Kita bantu pasarnya, kita bantu hilirnya, baik ekspor maupun dalam negeri. Kita sambungkan dengan market-market yang ada melalui pelatihan dan business matching bersama perwakilan kita di luar negeri," kata Budi Santoso saat diwawancarai media.
Selain peluncuran program, acara ini juga menandai dimulainya kolaborasi formal antara Kemendag dengan berbagai perguruan tinggi lainnya yang turut hadir. Tren positif ekspor Indonesia yang tetap tumbuh sebesar 2,19 persen diharapkan dapat terus terjaga melalui kontribusi nyata dari para wirausaha muda ini.
Dengan dukungan fasilitas dan jaringan pasar yang luas, generasi muda Indonesia optimis dapat menembus pasar baru dan mengoptimalkan perjanjian dagang internasional yang sudah ada demi kedaulatan ekonomi bangsa. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....