Kemendag dan UNS Berkolaborasi Cetak Wirausaha Muda lewat Campuspreneur
- 01 Apr 2026 20:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam pengembangan program Campuspreneur.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS ini digelar selama dua hari mulai Rabu, 1 April 2026 hingga Kamis, 2 April 2026. Kolaborasi ini dirancang untuk memberikan pembekalan komprehensif bagi mahasiswa agar mampu menciptakan lapangan kerja baru dan bersaing di pasar global, terutama di tengah tantangan rendahnya rasio wirausaha nasional.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, menyatakan program ini menjadi bagian dari kontribusi UNS dalam pembangunan nasional.
Memasuki usia ke-50 atau Dies Natalis Emas, UNS berkomitmen penuh mendukung penguatan ekosistem kewirausahaan melalui penyediaan fasilitas dan sumber daya yang memadai. Menurutnya, sinergi dengan kementerian sangat krusial untuk mentransformasi mentalitas mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta peluang usaha yang tangguh.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen UNS dalam mendukung penguatan ekosistem kewirausahaan di Indonesia, baik dari sisi fasilitas maupun kolaborasi program,” kata Prof. Irwan saat membuka kegiatan, Rabu, 1 April 2026.
Rasio wirausaha di Indonesia saat ini tercatat masih berada di kisaran 3 persen, tertinggal jauh dari negara-negara maju yang telah melampaui angka 10 persen. Hal inilah yang mendorong UNS untuk melakukan dua pendekatan utama dalam pengembangan kewirausahaan.
Selain melalui kegiatan kemahasiswaan, pihak kampus juga mendorong peran dosen dalam hilirisasi produk inovasi. Sinergi antara akademisi dan praktisi perdagangan diharapkan mampu mempercepat lahirnya wirausaha baru yang memiliki daya saing tinggi.
Prof. Irwan menambahkan program Campuspreneur memiliki nilai strategis karena tidak hanya fokus pada manajemen usaha konvensional, tetapi juga menyentuh aspek pemasaran digital dan kesiapan ekspor.
Harapannya, para peserta tidak sekadar memulai bisnis berskala kecil, namun memiliki visi untuk melakukan ekspansi hingga ke luar negeri. Pengetahuan mengenai perizinan dan standar internasional menjadi salah satu poin utama yang diberikan dalam pendampingan selama kegiatan berlangsung.
“Kami memandang kegiatan ini sangat strategis untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global,” kata Prof. Irwan.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag, Ir. Johni Martha, menyampaikan program ini sebagai upaya mendorong lahirnya wirausaha muda dari kalangan mahasiswa.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis kampus sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda di sektor perdagangan.
“Program Campuspreneur dirancang untuk memberikan pembekalan komprehensif kepada mahasiswa, mulai dari pengembangan ide bisnis, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran di era digital. Melalui sinergi antara Kemendag dan UNS, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan entrepreneur expo yang melibatkan mahasiswa, alumni, dan UMKM binaan se-Jawa Tengah dan DIY. Selain pameran produk, dilakukan pula kurasi oleh ritel modern serta coaching clinic terkait penguatan branding dan strategi ekspor.
Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, di mana Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, akan hadir secara langsung untuk meluncurkan Program Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor sekaligus menandatangani kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....