Sidang Paripurna LKPJ, Wali Kota Solo Dapat Sorotan PAD Tidak Target
- 01 Apr 2026 00:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta bersama Pemerintah Kota, mengadakan sidang paripurna dengan agenda Nota Penjelasan Wali Kota tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dan Persetujuan terhadap kerja sama Sister City Kota Surakarta dan Kota Xi'an pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam sidang paripurna yang diadakan di Gedung DPRD Surakarta ini, beberapa fraksi menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak pernah mencapai target dalam beberapa tahun terakhir.
Ditemui di Gedung Paripurna, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta, Budi Prasetyo mengatakan ada empat dari lima fraksi menyampaikan pandangan umum terkait PAD dan serapan anggaran.
"Secara singkat ada beberapa poin-poin catatan dari temen-temen fraksi yang menyampaikan pandangan umum fraksi di samping apresiasi tetapi tentunya juga catatan yang akan dibahas pada saat pembahasan LKPJ dan persetujuan kerja sama sister city," kata Budi Prasetyo.
Sorotan fraksi dikatakan Budi Prasetyo kaitannya terhadap PAD yang belum maksimal, belanja dan lainnnya. Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan akan membentuk tim Panitia Khusus (Pansus) yang akan berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bagaimana mencari solusi PAD.
"nanti akan dibentuk Pansus, kemudian Pansus akan bekerja sama dengan OPD yang akan membahas itu (PAD) dan nanti keluarannya adalah rekomendasi-rekomendasi dari DPRD," katanya menambahkan.
Meskipun mendapatkan sorotan, namun Budi Prasetyo mengatakan bahwa PAD Kota Surakarta sebenarnya sudah cukup baik jika dibandingkan dengan Kabupaten Kota lainnya di Solo Raya, tetapi tetap perlu dikejar targetnya demi menutupi anggaran yang dikurangi Pemerintah Pusat.
Berdasarkan LKJP 2025 yang dibacakan Wali Kota Surakarta, pendapatan daerah dari rencana anggaran sebesar Rp2,23 triliun, terealisasi sebesar Rp2,22 triliun atau 94,40 persen. Kemudian belanja daerah dari rencana anggaran sebesar Rp2,34 triliun, terealisasi sebesar Rp 2,12 triliun atau 90,34 persen.
Ditemui setelah rapat paripurna, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menegaskan bahwa dirinya akan mengoptimalisasikan kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar tetap menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi yang utama.
"Saya sangat menerima kritik dari temen-temen fraksi, dari PSI, PKS, PDIP, kritik-kritik membangun dan ini menjadi tanggung jawab saya untuk nanti menjelaskan. Karena RPJMD ini masih transisi, tentunya kami mohon waktu untuk segera menyelesaikan yang belum selesai dan mempertahankan apa yang sudah baik," ucap Respati Ardi.
Ditambahkan Respati Ardi, saat ini yang menjadi fokus adalah mengoptimalkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk teta menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
"Intinya optimalisasi kinerja dari temen-temen Bapenda akan kita optimalisasikan dan tetap menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi yang utama," ucapnya menambahkan. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....