Kuota Haji Sragen 2026 Meningkat Signifikan, Persiapan Dokumen 100 Persen
- 23 Mar 2026 21:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Kabar gembira menyertai persiapan pemberangkatan ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Sragen. Jumlah kuota jemaah calon haji asal Bumi Sukowati tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai 1.141 jemaah.
Plt. Kepala Kantor Urusan Haji dan Umroh Kabupaten Sragen mengonfirmasi bahwa angka ini naik cukup jauh jika dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 892 jemaah.
"Alhamdulillah, tahun ini Sragen memberangkatkan 1.141 jemaah. Jika melihat data tahun kemarin yang tidak sampai 900 orang, ini merupakan kenaikan yang sangat berarti," ujarnya saat ditemui di kantornya belum lama ini.
Terkait progres persiapan teknis, pihak kantor Urusan Haji memastikan bahwa tahapan krusial seperti pengurusan paspor dan pemisahan dokumen telah rampung sepenuhnya sebelum memasuki bulan Ramadan.
"Paspor sudah selesai semua, proses pemisahan juga sudah beres. Saat ini jemaah tinggal menunggu tahap berikutnya. Untuk pelunasan biaya haji, alhamdulillah sudah mencapai 100 persen," ujar dia.
Setelah hari raya Idulfitri ini, para jemaah dijadwalkan akan mengikuti tahapan kesehatan berupa vaksinasi meningitis yang akan dilaksanakan melalui puskesmas di masing-masing kecamatan sesuai koordinasi dengan Dinas Kesehatan.
Mengenai bimbingan ibadah, kegiatan manasik haji baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten dilaporkan telah terlaksana sebelum puasa. Saat ini, beberapa jemaah masih mengikuti pendalaman materi melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), seperti di KBIH Al-Hikmah dan bimbingan lainnya di wilayah Gemolong.
Menariknya, kebijakan nasional terbaru memberikan dampak pada pemerataan masa tunggu haji di seluruh Indonesia. Jika sebelumnya masa tunggu di Sragen bisa mencapai 34 hingga 35 tahun, kini terpangkas menjadi sekitar 26 tahun.
"Sekarang masa tunggu hampir merata se-Indonesia. Dulu ada daerah yang hanya 5 tahun, sekarang dibuat sama. Ini mungkin salah satu efek dari fokus kementerian yang baru dalam mengelola kuota secara lebih efektif," ucap Sutikno.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, prosedur pendaftaran masih tetap sama yakni dengan setoran awal sebesar Rp25 juta untuk langsung mendapatkan porsi atau kursi keberangkatan. Mi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....