Kemenhaj Sragen Telusuri Jemaah Umroh yang Terdampak Eskalasi di Timur Tengah
- 03 Mar 2026 20:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Konflik bersenjata yang terjadi di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat telah memicu efek domino bagi aktivitas ibadah ke Tanah Suci. Ribuan jemaah umroh asal Indonesia dilaporkan tertahan di Arab Saudi menyusul situasi keamanan yang kian memanas.
Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) mulai mengambil langkah preventif. Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sragen, Sutikno, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya terus memantau pergerakan jemaah asal Sragen.
"Hingga hari ini (Selasa 3 Maret) belum menerima laporan resmi mengenai adanya warga Sragen yang terkendala pemulangan selepas Umroh," ucap Sutikno saat dijumpai di Kantornya.
Pihak Kemenhaj berharap biro-biro umroh proaktif melaporkan data jemaah mereka. Mengingat banyak warga Sragen yang kerap berangkat melalui biro dari luar kota seperti Solo, Jogja atau Surabaya, sehingga sulit terpantau secara administratif di daerah asal.
Meski data lapangan masih nihil, Sutikno tidak mau kecolongan. Mengingat kementerian yang dipimpinnya merupakan instansi baru, koordinasi terus diperketat. Dia merujuk pada imbauan pemerintah pusat agar masyarakat untuk sementara waktu menunda rencana keberangkatan umroh hingga situasi kembali kondusif.
"Kami mengimbau masyarakat, karena keadaan yang baru seperti ini, sementara (keberangkatan) ditunda dulu. Ini sesuai dengan informasi dari pusat kemarin," katanya.
Langkah konkret pun tengah disiapkan. Kemenhaj Sragen berencana melayangkan surat resmi kepada seluruh biro perjalanan umroh di wilayah Sragen agar tidak memaksakan keberangkatan jemaah di tengah ketidakpastian global.
Terkait nasib jemaah yang sudah terlanjur berada di Arab Saudi, pihaknya masih menunggu instruksi dan data resmi dari KBRI melalui jalur pusat.
Di sisi lain, Sekretaris Biro Haji dan Umroh Walisongo, Amir Mustofa, memastikan bahwa seluruh jemaah yang mereka berangkatkan telah kembali ke tanah air dengan selamat sebelum serangan meletus di kawasan tersebut. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga menjadwalkan pemberangkatan jemaah berikutnya menuggu arahan pemerintah.
"Saat ini tidak ada jemaah kami yang tertinggal di Arab Saudi. Semua sudah dipulangkan jelang serangan terjadi," ucap Amir.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga menjadwalkan pemberangkatan jemaah berikutnya yang rencananya baru akan dimulai kembali pada Agustus mendatang. Sembari menunggu petunjuk dan arahan pemerintah.
Sementara Suyadi Kurniawan salah satu jamaah umroh asal Sragen cukup beruntung. Dia pulang 2 hari lebih awal sebelum tensi antar negara teluk tersebut memanas. "Saya pulang kamis, kalau telat 2 hari saja malah mungkin bisa tertahan disana, alhamdulillah teman teman kenalan saya juga sudah sampai tanah air," ujarnya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....