Calon Haji di Sukoharjo Mulai Jalani Tes Kebugaran
- 11 Feb 2026 21:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sukoharjo - Calon jamaah haji mengikuti tes kebugaran yang laksanakan di halaman balai kelurahan Sukoharjo, kecamatan Sukoharjo, Selasa 10 Februari 2026. dr. Harundina Permatasari, salah satu dokter Puskesmas Sukoharjo menyampaikan kegiatan ini menyasar 148 calon jamaah haji.
“Untuk tes kebugaran yang dilakukan ada 2 yaitu test rockport dan sixs minuts. Dan seluruh calon jamaah haji bisa menyelesaikan dengan lancar,” ujar dia. Lebih lanjut dia juga menyampaikan, tes kebugaran ini terbagi dua sesi yakni tes kebugaran Rockport adalah metode pengukuran kebugaran kardiorespirasi (daya tahan jantung-paru) dengan berjalan cepat atau lari kecil sejauh 1.600 meter (1 mil). Tes ini aman dan mudah, sering digunakan untuk memantau kesehatan fisik, menilai kapasitas aerobik, dan menyusun program latihan, seringkali dibantu aplikasi SIPGAR.
Selain rockport, juga dilakukan Tes Jalan Kaki Enam Menit (6MWT) adalah tes kebugaran submaksimal yang mengukur jarak tempuh maksimal seseorang berjalan pada permukaan datar selama 6 menit. Tes ini menilai kapasitas kardiorespirasi (jantung-paru) dan daya tahan tubuh. Sederhana dan aman, 6MWT digunakan untuk memantau fungsi fisik dan respons terhadap pengobatan pada kondisi kronis.
“Alhamdulillah, puskesmas sukoharjo sudah menyelesaikan tes kebugaran untuk calon jamaah haji kecamatan sukoharjo dengan lancar tanpa adanya kendala kesehatan,”jelas Harundina.
Harapannya dengan adanya test kebugaran ini, calon jamaah haji bisa memaksimalkan kondisi fisiknya dan menjaga kesehatan. Dan meningkatkan kemampuan fisik tubuh dengan olahraga, agar bisa melaksanakan ibadah haji dengan maksimal dan sehat sampai kembali ke indonesia
Sementara itu Kepala Puskesmas Sukoharjo, dr. Kunari Mahanani menyampaikan calon haji (calhaj) asal Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo yang dijadwalkan berangkat tahun 2026 menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Sukoharjo.
“Pemeriksaan ini meliputi cek fisik kemudian pemeriksaan kesehatan (medical check-up), dan pembinaan untuk memastikan jemaah sehat dan istitha'ah (mampu secara fisik),” pungkas Kunari. (Edwi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....