Lima Kecamatan di Sragen Kebanjiran, 84 KK Terdampak

  • 05 Mar 2026 10:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solo Raya mengakibatkan sejumlah anak sungai Bengawan Solo di Kabupaten Sragen meluap pada Rabu 4 Maret 2026 malam. Akibatnya, sejumlah wilayah di lima kecamatan di Bumi Sukowati tergenang banjir.

Berdasarkan data terbaru dari Pusdalops BPBD Sragen hingga pukul 01.20 WIB, genangan terjadi di 11 desa di 5 kecamatan. Yakni Kecamatan Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Masaran, dan Sambungmacan. Banjir tidak hanya menggenangi pemukiman penduduk, tetapi akses jalan hingga ratusan hektar lahan pertanian.

Setidaknya 84 kepala keluarga (KK) dari sejumlah wilayah terdampak genangan air. Sejumlah pelajar yang hendak berangkat sekolah juga harus dibantu dengan perahu BPBD setempat.

Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro menyampaikan, laporan banjir pertama kali masuk Rabu malam pukul 20.20 WIB. Personel TRC BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan monitoring.

"Benar, wilayah Sragen diguyur hujan cukup lama, ditambah kondisi hulu yang juga hujan tinggi sehingga anak sungai tidak mampu menampung debit air dan meluap ke pemukiman serta akses jalan warga," ujar Triyono dalam keterangannya, Kamis 5 Maret.

Dampak terparah di Kecamatan Ngrampal yakni; Desa Bener. Sedangkan di Kecamatan Sidoharjo; di wilayah Desa Sidoharjo, Sribit dan Pandak degan ketinggian air 30-45 cm.

Kemudian di Kecamatan Masaran; Desa Pringanom, Kecamatan Sambungmacan; Desa Banaran. Serta di Kecamatan Sragen Kota; Kelurahan Kedungupit, Karangtengah dan Desa Tangkil.

"Di Desa Bener, tepatnya di RT 24, 25, dan 26, tercatat ada 83 unit rumah yang terendam dengan ketinggian air mencapai 30 cm. Total warga terdampak di lokasi tersebut mencapai 43 KK atau sekitar 160 jiwa," kata Triyono.

Secara keseluruhan, total dampak banjir di Kabupaten Sragen mencakup rumah terendam 84 unit. Sedangkan warga terdampak 84 KK atau 283 Jiwa. Wilayah terdampak 5 Kecamatan, 11 Desa/Kelurahan, dan 20 RT.

Meskipun banyak rumah yang terendam, Triyono memastikan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Mayoritas air hanya menggenangi akses jalan desa dengan ketinggian bervariasi antara 10 cm hingga 50 cm.

"Tidak ada masyarakat yang dievakuasi, ini pagi tadi cuma anak-anak yang mau berangkat sekolah kita bantu dengan perahu," ujar Triyono.

Proses asesmen di lapangan sempat terkendala oleh hujan ringan yang masih berlangsung serta cakupan wilayah terdampak yang cukup luas. Selain itu, arus lalu lintas di beberapa titik sempat tersendat akibat genangan air di jalan raya.

BPBD Sragen telah berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, PMI, Tagana, serta relawan lintas organisasi untuk bersiaga di lokasi kejadian.

"Kami telah memberikan arahan kepada warga agar tetap waspada. Jika debit air terus meningkat, kami meminta warga segera mengamankan barang berharga, mematikan aliran listrik, dan bersiap evakuasi ke tempat yang lebih tinggi," kata Triyono.

Saat ini, kondisi air di beberapa titik dilaporkan mulai berangsur-angsur surut. Triyono mengimbau masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir susulan, tanah longsor, dan angin kencang mengingat cuaca yang masih tidak menentu. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....