HUT ke-281 Solo, 5 Orang Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif

  • 17 Feb 2026 17:33 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kota Solo di Stadion Sriwedari, Selasa 17 Februari diwarnai penyerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh inspiratif. Untuk pertama kalinya, masyarakat umum turut mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat Jawa.

Sekitar 1.000 warga hadir memadati Stadion Sriwedari dengan balutan busana tradisional, menciptakan suasana sakral sekaligus mempertegas identitas Solo sebagai Kota Budaya. Rangkaian kegiatan diawali dengan pertunjukan tari yang menggambarkan Geger Pecinan yang mendasari pemindahan Keraton dari Kartasura ke Desa Sala atau Surakarta.

Sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-281, Pemerintah Kota Solo menyerahkan penghargaan Tokoh Inspiratif kepada lima bidang yang dinilai berkontribusi besar bagi kemajuan kota. Penyerahan dilakukan Wakil Wali Kota Astrid Widayani seusai memimpin upacara.

Adapun penerima Tokoh Inspiratif HUT ke-281 Kota Solo yakni, Bidang Kesehatan dan Sosial Kemasyarakatan atas nama Sumartono Hadinoto. Lantas Bidang Lingkungan Hidup yakni Mugiman, A.Md.

Kemudian Bidang Pemberdayaan Ekonomi/UMKM: Alpha Febela Priyatmono. Bidang Pendidikan/Literasi: Drs. H.M. Joko Riyanto, SH., MM., MH. Serta Bidang Seni Budaya atas nama Chosaeri.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata para tokoh dalam mendukung terwujudnya Solo yang berbudaya, berdaya, dan sejahtera.

Dijumpai seusai upacara Sumartono Hadinoto mengaku bersyukur pada Hari Jadi ke-281 Kota Solo setelah dinobatkan menjadi salah satu tokoh inspiratif dibidang sosial.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih, kepada Pemerintah Kota Surakarta yang telah memberikan penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif di Bidang Sosial dan Kesehatan Kemasyarakatan. Jadi saya selalu berdoa mudah-mudahan apa yang diberikan oleh Pemerintah Kota ini dapat lebih memotivasi saya," ucap Sumartono.

Menurutnya, penghargaan ini bukan untuk diri pribadi, tapi untuk masyarakat Kota Solo juga. Dia berharap bersama-sama masyarakat Solo dapat berkontribusi sekecil apapun untuk Kota Bengawan.

"Sekecil apapun kita berikan sesuatu untuk Kota Solo, bukannya kita minta dari Kota Solo. Dan semoga Solo semakin menjadi kota yang berbudaya, ber-perdaya dan sejahtera," ucap dia.

Sumartono mengaku masuk di Organisasi Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) sejak 40 tahun yang lalu saat usianya 30 tahun. Kemudian 20 tahun yang lalu juga bergabung di PMI Kota Surakarta.

"Kedua organisasi inilah yang mempercayai saya hingga saat ini untuk bisa berbuat sekecil apapun untuk Kota Solo. Kalau kita melihat khususnya di bidang sosial kemasyarakatan dan kesehatan, kami berharap Solo semakin maju dalam arti masyarakatnya bisa semakin guyub, kebhinekaan-nya bisa semakin terjaga dan terawat," kata Sumartono. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....