PMS Gelar Talkshow Motivasi Belajar ke China

  • 12 Feb 2026 13:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Seminar dan talk show motivasi bertema "Belajar Sampai ke Negeri China" digelar di Gedung Pertemuan PMS, Surakarta, Kamis 12 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, hingga pengurus organisasi di Kota Solo.

Ketua Panitia Berama Imlek 2026 Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto mengatakan, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Asmi Abubakar pemilik Museum Peranakan Tionghoa, Novi Basuki yang menempuh pendidikan S3 di China, serta motivator Andre Wongso.

"Panitia bersama imlek mengajak perkumpulan masyarakat Surakarta juga PMI Kota Surakarta. Hari ini ada talkshow di mana narasumbernya adalah Pak Asmi Abubakar yang punya Museum Peranakan Tionghoa, juga Pak Novi Basuki yang belajar S3 di China," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda berani berpikir lebih luas dan menempuh pendidikan di luar negeri, termasuk ke China yang dinilai memiliki kemajuan teknologi pesat.

"Kami bertujuan untuk mengajak generasi muda ke depan, berani berpikir out of the box, berani untuk tidak hanya menuntut ilmu di dalam negeri, bisa ke luar negeri bahkan bisa ke China," ucapnya.

Sumartono menambahkan, tema "Belajar Sampai ke Negeri China" dipilih untuk memotivasi pelajar dan mahasiswa di Solo agar berani mengambil peluang pendidikan internasional dan membawa ilmu tersebut kembali ke Indonesia.

"Belajar sampai ke negeri China bukan hanya sebuah pepatah, tapi ingin kami sampaikan kepada para generasi muda terutama masyarakat yang ada kuliah di Solo," katanya.

Peserta kegiatan mencapai sekitar seribu orang. Sebanyak 300 tiket dialokasikan untuk 18 perguruan tinggi di Solo, 300 untuk siswa kelas XII SMA, dan 300 lainnya bagi pengurus organisasi, yayasan, serta rektor.

Menurut Sumartono, pendidikan di Indonesia sudah cukup baik, namun generasi muda tetap perlu belajar dari keunggulan negara lain. "Menurut saya cukup bagus ya, tapi kita kan tahu bahwa setiap negara punya kelebihan kekurangan masing-masing," ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini mampu memotivasi peserta untuk mencari peluang beasiswa dan menyebarkan pengalaman belajar di luar negeri kepada rekan-rekan mereka.

"Harapan kami mereka bisa menggetok tularkan atau bisa menyebarkan apa yang mereka dapat," ucapnya.

Sementara itu, Joseph, siswa SMA Kristen Widya Wacana, mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena membuka wawasan mengenai peluang kuliah di luar negeri.

"Jujur ada minat juga sama penasaran sih, soalnya kayak, satu ini kan motivasi dan juga sebenarnya ada info-info yang mungkin bakal berguna kalau buat nanti kuliah di Cina," katanya.

Ia menambahkan, dirinya memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke luar negeri setelah lulus sekolah.

"Kalau rencana saya nanti mau ke Jerman mau ambil Ausbildung, tapi kalau memungkinkan di negara Cina, mungkin saya akan coba," ujarnya. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....