Minim Siswa, Disdikbud Karanganyar Kaji Kebijakan Regrouping SDN 4 Seloromo
- 21 Jul 2026 20:46 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar tengah mengkaji secara mendalam wacana penggabungan atau regrouping SD Negeri 4 Seloromo, Kecamatan Jenawi. Langkah ini diambil guna merespons kondisi krisis peserta didik yang melanda sekolah dasar negeri di kawasan lereng Gunung Lawu tersebut.
Kepala Disdikbud Karanganyar, Hendro Prayitno, didampingi petugas Korwil Jenawi, meninjau langsung kondisi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta fasilitas sarana prasarana di SDN 4 Seloromo, Selasa 21 Juli 2026. Berdasarkan data pemetaan terbaru di lapangan, sekolah dasar negeri ini tercatat hanya memiliki total 14 siswa dari jenjang kelas satu hingga kelas enam.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Disdikbud Karanganyar juga memberikan perhatian khusus dan dukungan moral kepada para siswa. Kepala Disdikbud menyerahkan secara langsung bantuan berupa makanan ringan (snack) serta botol minuman (tumbler) kepada seluruh siswa yang bertahan menuntut ilmu di sekolah terpencil tersebut.
“Hari ini kami memonitoring sekaligus berkunjung terkait dengan kondisi situasi di Seloromo 4. Jumlah muridnya ada 14 anak, untuk kelas satu memang tidak ada pendaftar baru dan hanya diisi satu siswa titipan masyarakat karena usianya yang belum genap enam tahun,” ujar Kepala Disdikbud Karanganyar, Hendro Prayitno kepada wartawan disela kunjungan.
Hendro menegaskan dinas tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan kebijakan penggabungan sekolah. Kebijakan regrouping dinilai harus mempertimbangkan aspek sosial dan geografis lokal, agar keputusan yang diambil tidak justru menimbulkan masalah atau kendala baru terkait jarak tempuh dan biaya transportasi anak-anak menuju sekolah penampungan.
“Kami harus koordinasi dengan pihak-pihak tokoh masyarakat seperti Pak Kepala Desa, Pak Bayan, dan RT. Jangan sampai ketika kita memutuskan regrouping atau penggabungan nanti menjadi masalah baru bagi masyarakat terdekat, karena kalau di-regrouping lokasi sekolahnya jadi jauh bagi anak-anak,” ucapnya.
Selain memastikan keterjangkauan akses pendidikan, lanjut Hendro, kehadiran jajaran dinas hingga ke pelosok pedesaan ini bertujuan untuk memacu semangat belajar para siswa serta menjaga motivasi para tenaga pengajar di lapangan.
“Kami berupaya untuk menyemangati dulu. Kami meminta Pak Korwil dan Bu Kepala Sekolah untuk terus melakukan koordinasi dan pendekatan kepada masyarakat, supaya anak-anak dan para guru di sini lebih semangat lagi dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar ke depan,” katanya.
Sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh serta koordinasi lintas tokoh desa, Disdikbud Karanganyar memastikan keberlangsungan KBM dan ketersediaan enam tenaga pengajar di SDN 4 Seloromo tetap berjalan lengkap. Selain itu, kondisi fisik bangunan seperti sekat ruang kelas yang bocor di bagian atap juga akan dilaporkan kepada Bupati Karanganyar agar dapat dianggarkan dalam program perbaikan tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....