KTNA Soroti Penurunan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sragen 2026
- 22 Jan 2026 12:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen: Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen menyoroti pengurangan alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Sragen tahun 2026. KTNA mempertanyakan penyaluran pupuk subsidi di 2025 yang hanya 97 persen.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno, mengatakan ada hal yang harus dievaluasi supaya penyaluran pupuk subsidi bisa maksimal 100 persen. Dia mengatakan petani kalau memupuk itu sering kali berlebih dan melebihi alokasi, namun penyaluran kenapa tidak maksimal.
“Dilihat dari pola pemupukan mestinya serapan pupuk bisa 100%. Saya sendiri pada sawah satu patok minimal ada 3,5 kuintal pupuk," kata Suratno, Rabu 21 Januari 2026.
Baca juga: Alokasi Pupuk Bersubsidi Sragen 2026 Turun
Dia mengakui, pada musim tanam sekarang saja sudah habis 4,5 kuintal pupuk. Pihaknya menduga kemungkinan para petani masih beranggapan untuk penebusan pupuk masih menggunakan kartu tani.
"Padahal sekarang bisa menebus pupuk cukup dengan KTP (kartu tanda penduduk),” ucap Suratno.
Di sisi lain, Suratno menyayangkan dengan pola penyusunan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang tidak melibatkan unsur petani. Sehingga PPTS (pupuk pada titik serah) sering kali tidak mengetahui petani dan lahannya yang mendapat jatah pupuk.
Suratno mendesak Dinas terkait dalam penyusunan RDKK melibatkan semua unsur petani yang meliputi kelompok tani, gabungan kelompok tani, petani pengelola air, dan unsur lainnya. Dia menekankan PPTS harus tahu luas wilayah sawah yang menjadi layanannya beserta data petani dan luasan kepemilikan sawah.
“Setelah berdiskusi dengan salah satu PPTS di Kedawung, ternyata salah satu penyebab serapan pupuk tidak maksimal karena adanya alih fungsi lahan sawah menjadi gedung atau perumahan. Ke depan, supaya serapan maksimal, sosialisasi penggunaan KTP dalam penebusan pupuk dimasifkan lagi,” katanya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....