Taman Mangkubumi Sragen Bebas Aktivitas UMKM

  • 02 Jan 2026 10:29 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Sragen: Kabupaten Sragen kini memiliki ruang publik baru untuk aktivitas dan berolahraga. Namun ruang publik bernama Taman Mangkubumi dibebaskan dari aktifitas UMKM dengan berbagai alasan.

Koridor Mangkubumi diklaim memiliki trotoar paling luas di Bumi Sukowati bakal menjadi ikon baru Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Pantauan di lokasi, Koridor Taman Mangkubumi menawarkan pemandangan yang kontras namun menarik. Di satu sisi, terdapat bangunan fungsional setinggi dua lantai yang dihiasi mural raksasa bertema prasejarah—sosok manusia purba yang menjadi identitas kuat Sragen sebagai 'The Land of Java Man', yang ternyata itu adalah Toilet umum.

Lantas dari atas balkon bangunan tersebut, pengunjung dapat memandang hamparan sawah hijau yang luas, menciptakan suasana asri di tengah pembangunan fisik kota yang masif. Jalur pedestrian yang dibangun dengan pola paving block melingkar tampak bersih, berbatasan langsung dengan saluran air yang tertata dan barisan pohon peneduh yang mulai tumbuh, menjanjikan kesejukan bagi warga yang ingin melepas penat.

Koridor tersebut resmi dibuka untuk publik setelah diresmikan Bupati Sigit Pamungkas, akhir tahun kemarin.

Bupati menegaskan bahwa fokus utama dari pembangunan koridor ini adalah murni untuk mempercantik kota. Serta menyediakan ruang aktivitas keluarga yang bersih dan nyaman.

“Harapan kita selain memperindah kota, koridor ini akan memicu aktivitas baru masyarakat, baik itu olahraga maupun sekadar tempat berkumpul keluarga yang santai,” ujar Bupati, Kamis (1/1/2026).

Terkait ketiadaan ruang bagi pelaku usaha di sepanjang taman, Bupati menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil agar masyarakat bisa benar-benar menikmati keindahan koridor, tanpa gangguan keramaian pedagang. Menurutnya, kebutuhan ekonomi warga sudah terakomodasi oleh fasilitas di sekitar lokasi.

"Untuk saat ini (UMKM) belum ya. Kita ingin ini jadi tempat bersenang-senang menikmati keindahan. Masalah UMKM kita pikirkan berikutnya, apalagi di depan lokasi ini sudah ada pasar rakyat dan SIKK. Jadi, pusat ekonomi sebenarnya sudah ada di sekitar sini," ujarnya.

Meskipun menyandang predikat sebagai trotoar terluas di Sragen, persoalan parkir pengunjung nampaknya belum menemui titik final. Saat ini, teknis pengaturan parkir masih dalam pengkajian oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pertanahan dan tata ruang (Perkimtaru).

Yang terpenting tetap tertata rapi dan tidak merusak estetika kawasan," ucap Bupati Sigit.

Selain jalur pedestrian yang lebar, koridor ini juga telah dilengkapi dengan dua fasilitas toilet umum yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Terkait keberlanjutan parkir dan operasionalnya, pemerintah daerah masih akan mendiskusikan lebih lanjut soal rincian secara teknis. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....