Rangkaian Perayaan Natal, Pemkot Surakarta Mulai Nyalakan Lampion

  • 08 Des 2025 02:14 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Memulai serangkaian perayaan Hari Natal 2025, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan panitia natal Kota Surakarta bersama-sama menyalakan lampion ber-ornamen hari raya umat Kristiani.

Lampion Natal yang berada di sepanjang jalan Jenderal Sudirman dan kawasan depan Balai Kota mulai dinyalakan pada Kamis (4/12/2025). Dalam pantauan rri.co.id sebelum memulai menyalakan lampu, acara juga dimeriahkan atraksi musik dan tari dari gereja-gereja di Surakarta.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan penyalaan lampion ini adalah tradisi yang harus dilestarikan. Dirinya juga ingin terus menjadikan Surakarta tidak hanya Kota Budaya, tetapi juga toleransi dan harmonisasi.

"Tradisi yang harus kita lestarikan bersama. Semangat kebaikan yang relevan dengan situasi bangsa dan kehidupan bermasyarakat, dan kita ingin menjadikan Kota Surakarta bukan hanya kota budaya tapi kota yang menyalakan harmoni dengan nilai-nilai kemanusiaan," kata Respati Ardi.

Menurut Respati, parade Natal bukan sekedar pesta cahaya dan kreativitas, tapi wujud nyata toleransi dan harmonisasi. Ditambahkan dirinya bahwa terangnya lampu lampion natal selalu memberi pesan bagi semua, di mana ada kebaikan pasti ada harapan.

"Lampion Natal tentunya simbol terang yang selalu memberi pesan bagi kita semua bahwa di mana ada kebaikan disitulah ada harapan. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk terus membawa terang dalam hidup sehari-hari, terang dalam pelayanan, terang dalam bekerja, terang dalam berkeluarga dan terang dalam kehidupan masyarakat," katanya menambahkan.

Forkopimda, PMS dan panitia perayaan Natal 2025 Kota Surakarta, bersama-sama memulai menyalakan lampu lampion Natal di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman (Foto: RRI/ Joko)

Mantan ketua HIPMI Surakarta ini juga menitipkan pesan kepada para tokoh agama Nasrani bisa membawa anak-anak muda kembali ke gereja, sehingga tidak ada lagi hal-hal negatif yang dilakukan oleh para anak muda jika tumbuh beragama.

Sementara itu, Avrila warga Kota Surakarta yang hadir menonton penyalaan lampu lampion natal di Balai Kota, mengatakan bahwa merasa senang dengan penyalaan lampu natal ini.

Dirinya yang juga beragama nasrani menjelaskan seperti merasa tidak lagi minoritas di Kota Bengawan yang sudah menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama.

"Saya merasa ikut gembira, karena kami minoritas secara keyakinan ya Pemkot Surakarta sudah welcome sekali dengan berbagai lintas agama. Saya gembira, jadi kami tidak merasa minoritas lagi kalau seperti ini," ucap Avrila.

Lebih lanjut, Avrila berharap meskipun nanti ada pergantian kepemimpinan, tapi toleransi di Kota Surakarta tidak luntur seperti yang sudah dijalankan dan dijaga hingga kini.

"Meskipun nanti akan ada pergantian pemimpinnya, semoga tidak ada perbedaan tetap sama seperti hingga saat ini," ucapnya menambahkan.

Diketahui ada sebanyak 17 lampu lampion Natal yang dinyalakan dengan bentuk pohon natal, kelahiran Yesus Kristus, photobooth, Tom and Jerry hingga malaikat bermain harpa. Serta ada juga lampion karakter, rusa putar, beruang juggling, lampion gantung, gapura natal dan tirai. Lampu lampion natal sendiri akan menyala hingga (8/1/2026). (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....