Antisipasi Ponpes Roboh, Kemenag Sragen Gandeng Dinas Audit Bangunan
- 07 Okt 2025 07:10 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Peristiwa robohnya bangunan pondok pesantren di Sidoharjo Jawa Timur menjadi perhatian. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen akan melakukan audit bangunan Ponpes untuk mengantisipasi kejadian serupa di Bumi Sukowati.
Kepala Kantor Kemenag Sragen, Ihsan Muhadi, menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas musibah robohnya pondok pesantren di Sidoarjo, seraya berharap para santri dan pengelola diberikan ketabahan. Menanggapi peristiwa tragis tersebut, Kemenag Sragen berkomitmen untuk meningkatkan pendampingan terkait perencanaan konstruksi bangunan ponpes di wilayahnya demi menjamin keselamatan santri.
"Sragen saat ini memiliki 152 pondok pesantren dengan berbagai variasi, mulai dari pendidikan formal hingga kesetaraan," ucap dia, Senin (7/10/2025).
Ihsan Muhadi mengungkapkan bahwa berdasarkan monitoring dan kunjungan, rata-rata kondisi bangunan ponpes di Sragen, yang umumnya bertingkat dua, dinilai baik dan terkelola dengan baik. Namun, sebagai langkah antisipasi dan ikhtiar bersama.
Kemenag Sragen akan lebih aktif memberikan masukan kepada ponpes yang berencana melakukan pembangunan bertingkat.
"Harapan kami ke depan atas peristiwa ini, namanya berikhtiar, kalau Ponpes mau membangun kita sarankan kita berikan masukan agar dalam merancang bangunan sesuai dengan instruksi yang diinginkan," ujar Ihsan.
Dia menekankan pentingnya perencanaan matang sejak awal, terutama untuk pembangunan bertahap atau parsial. Misal gedung tiga lantai, meskipun belum selesai pada satu tahap, tapi tahapan lantai dasar itu sudah disiapkan untuk pembangunan gedung beberapa lantai.
"Ya mungkin bisa dilanjutkan di tahun berikutnya. Agar dalam rangka ikhtiar bersama dalam rangka menyiapkan pembangunan berkelanjutan itu benar-benar bisa mendapatkan kenyamanan, keamanan konstruksi, dan memberikan ketenangan santri di ponpes tersebut," kata dia.
Menyadari bahwa pembangunan ponpes rata-rata berbasis masyarakat (swadaya), Muhadi menyarankan agar ponpes yang menerima bantuan hibah dan berencana membangun multi-lantai sudah memperhitungkan konstruksi awal. Kemenag Sragen akan mengambil langkah konkret dengan menggandeng dinas-dinas terkait untuk meninjau konstruksi ponpes.
"Insya Allah ini kemudian dalam rangka Hari Santri nanti, kami meminta bantuan dan menggandeng dinas-dinas terkait untuk kita ajak silaturahmi ke ponpes untuk melihat bangunan yang memerlukan peninjauan bangunan," ucap Muhadi. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....