Angkat Isu Kesehatan Mental, SMA 7 Solo Gelar Pameran Seni Pelajar
- 28 Sep 2026 14:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Media seni rupa, bahasa, dan sastra dinilai menjadi sarana edukasi yang sangat efektif untuk menyuarakan isu kesehatan mental di kalangan generasi muda. Semangat kepedulian tersebut diwujudkan oleh ratusan pelajar di Kota Surakarta melalui sebuah pameran seni kolaboratif.
Ajang bertajuk kolaborasi Art Exhibition Smoephy (Arthepy) dan Ajang Bahasa dan Sastra (Absasta) 2026 ini digelar oleh OSIS SMA Negeri 7 Surakarta di Pendapa Ageng ISI Surakarta, Sabtu, 26 September 2026.
Pameran yang berlangsung sehari penuh dari pagi hingga malam ini melibatkan komunitas seni sekolah bertajuk Artarupa.
Sebanyak 99 karya seni rupa dipamerkan setelah melalui proses kurasi kurator dan guru seni secara daring dari total 150 pendaftar tingkat SMP dan SMA se-Solo Raya.
Adapun karya yang disajikan sangat beragam, mulai dari lukisan, mixed media, seni digital, hingga sketsa yang mengusung tema "Sagara: Sanubari, Raga, dan Sastra".
Ketua Pelaksana Arthepy 2026, Fajar Bima Sakti, mengungkapkan bahwa pemilihan tema kesehatan mental didasari atas keprihatinan maraknya fenomena depresi hingga kasus bunuh diri di kalangan remaja.
"Dari pihak panitia sendiri berharap dengan adanya event seperti ini bisa menyadarkan kepada teman-teman semuanya bahwa kalian itu tidak sendiri. Ada kita yang masih memperhatikan dan menyayangi kalian," ujar Fajar.
Selain pameran galeri visual, kegiatan kolaborasi ini juga menyajikan pertunjukan seni pada puncak acara di malam hari.
Panggung ekspresi dimeriahkan oleh penampilan tari kontemporer dari ekstrakurikuler dance serta sajian pertunjukan musik band pelajar untuk mengapresiasi bakat seni siswa secara luas.
| Baca juga: Manfaat Journaling bagi Kesehatan Mental |
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir dalam kegiatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kreativitas para siswa.
"Bahasa dan seni merupakan identitas budaya yang perlu kita lestarikan. Tidak hanya menunjukkan karya atau eksistensi, tetapi bagaimana potensi dan proses berkesenian sebagai bagian dari pembelajaran dan pembentukan karakter perlu kita kuatkan," tegas Astrid.
Pemerintah Kota Surakarta memastikan akan terus mendukung ruang-ruang kreasi anak muda yang sejalan dengan predikat Surakarta sebagai Kota Budaya.
Kegiatan kolaboratif Arthepy dan Absasta ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi ajang tahunan yang inspiratif sekaligus wadah pembentukan karakter remaja yang tangguh di Kota Bengawan. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....