Posyandu Plus Solo Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Mental

  • 13 Agt 2026 18:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta memperkuat layanan kesehatan mental melalui 636 Posyandu Plus yang telah dilengkapi layanan konsultasi psikologi. Langkah ini dilakukan menyusul peningkatan kasus gangguan kesehatan mental yang terdata dari 10 persen pada Triwulan I menjadi 13,95 persen pada Triwulan II 2026.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Surakarta, Venessa Respati, mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi pada berbagai kelompok usia. Kasus paling banyak ditemukan pada kelompok lansia, ibu pascamelahirkan yang mengalami baby blues, warga yang menghadapi tekanan ekonomi, serta anak dan remaja.

“Dari 636 Posyandu yang ada di Kota Surakarta, data kami secara global mencatat ada peningkatan dari triwulan pertama ke triwulan kedua, dari 10 persen menjadi 13,95 persen. Masalahnya beragam, tetapi yang cukup lumayan itu lansia, lalu ibu setelah melahirkan yang mengalami baby blues, faktor ekonomi, dan juga anak-anak,” katanya, Kamis 13 Agustus 2026.

Pada kelompok anak, Venessa menyebut trauma psikologis banyak dipicu oleh perundungan atau bullying. Karena itu, keberadaan Posyandu Plus diharapkan memudahkan anak dan orang tua mendapatkan konsultasi serta mengetahui alur penanganan ketika menghadapi persoalan kesehatan mental.

“Pengalaman kami menunjukkan banyak anak menjadi korban bullying. Harapan kami tidak ada lagi orang tua atau anak yang bingung harus ke mana ketika mengalami trauma,” katanya.

Venessa menjelaskan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi psikologi secara gratis di Posyandu Plus. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, warga akan dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya.

Selain menyediakan layanan konsultasi, Pemkot Surakarta juga membekali kader Posyandu dengan kemampuan melakukan deteksi dini terhadap indikasi masalah kesehatan jiwa. Langkah tersebut diharapkan membuat persoalan kesehatan mental dapat dikenali dan ditangani lebih awal.

Dalam penyediaan tenaga psikolog, Pemkot Surakarta berkolaborasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Soloraya serta akademisi Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan perguruan tinggi lain di kawasan Solo Raya. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental.

Venessa berharap transformasi seluruh Posyandu menjadi Posyandu Plus dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Layanan tersebut diharapkan menjadi ruang yang mudah dijangkau warga untuk berkonsultasi sekaligus mendapatkan deteksi dini sebelum masalah kesehatan mental berkembang lebih serius. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....