Psikolog Ingatkan Pentingnya Mengenali Diri untuk Kesehatan Mental
- 08 Jul 2026 15:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Mengenali diri (self-awareness) menjadi langkah awal yang penting dalam menjaga kesehatan mental sekaligus membangun kualitas hidup yang lebih baik. Pemahaman terhadap karakter, kelebihan, kekurangan, hingga nilai diri dinilai dapat membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih sehat dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Praktisi Psikologi, Hening Widyastuti, M.Psy., mengatakan bahwa mengenali diri bukan sekadar memahami sifat pribadi, tetapi juga proses refleksi untuk memahami potensi, emosi, serta arah hidup seseorang. Menurutnya, proses tersebut dapat dilakukan melalui refleksi diri, mengenali latar belakang keluarga, berdialog dengan orang-orang terdekat, hingga mengikuti tes kepribadian.
"Kita perlu meluangkan waktu untuk merefleksi diri agar benar-benar memahami siapa diri kita dan apa yang menjadi potensi maupun kekurangan kita," ujarnya dalam program Jagongan Pro 4 RRI Surakarta, Kamis, 2 Juni 2026.
Hening menjelaskan bahwa setiap individu memiliki karakter yang berbeda, seperti sanguinis, koleris, plegmatis, maupun melankolis. Dengan memahami karakter tersebut, seseorang akan lebih mudah mengenali pola perilaku, cara menghadapi konflik, hingga menentukan bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Ia menilai proses tersebut penting, terutama bagi remaja yang sedang mencari jati diri. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mengenali diri merupakan fondasi untuk mencintai diri sendiri secara sehat. Mencintai diri, menurutnya, bukan berarti bersikap egois, melainkan merawat kesehatan fisik, menjaga kesehatan mental, serta berani menetapkan batas terhadap lingkungan yang tidak memberikan dampak positif.
"Kalau lingkungan sudah toxic dan justru merusak kesehatan mental, tidak ada salahnya untuk mengambil jarak demi menjaga diri sendiri," katanya. Selain itu, Hening mengingatkan pentingnya kemampuan berdialog dengan diri sendiri ketika menghadapi kegagalan maupun kesalahan di masa lalu.
Ia menyarankan agar setiap orang tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri, melainkan melakukan evaluasi, memaafkan diri, kemudian membuka lembaran baru melalui berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Menurut Hening, proses mengenali diri tidak mengenal batas usia. Baik anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun lanjut usia tetap dapat memulai perjalanan mengenal dirinya masing-masing. Ia menilai semakin dini seseorang memahami dirinya, semakin mudah pula ia mengelola emosi, menentukan tujuan hidup, serta membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
Menutup dialog, Hening mengajak masyarakat untuk terus belajar mengenali sekaligus menghargai dirinya sendiri. Ia berharap setiap individu mampu menjaga nilai dirinya, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta membangun kehidupan yang lebih bermakna melalui hubungan yang baik dengan sesama maupun dengan Sang Pencipta. (Hil)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....