Matoa, Buah Khas Papua dengan Rasa Unik dan Kaya Nutrisi

  • 12 Sep 2026 12:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Buah matoa salah satu buah khas Papua dengan nama ilmiah Pometia pinnata. Buah dengan variasi warna mulai dari hijau, merah, ungu, hingga cokelat. Dikenal memiliki rasa manis yang unik, perpaduan antara kelengkeng dan rambutan. Matoa memiliki bentuk bulat hingga lonjong dengan kulit yang cukup keras.

Daging buahnya berwarna putih bening hingga kekuningan dengan tekstur lembut dan berair. Rasanya sebagai perpaduan antara kelengkeng dan rambutan, Perpaduan rasa tersebut membuat matoa memiliki karakter tersendiri dibandingkan buah tropis lainnya.

Matoa biasanya dikonsumsi langsung setelah kulit buah dibuka. Tekstur daging yang lembut dan rasa manis membuat buah ini cocok menjadi camilan maupun hidangan buah segar. Selain dikonsumsi langsung, kandungan karbohidrat pada matoa juga berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan produk olahan seperti sirup dan makanan lainnya.

Selain memiliki rasa yang khas, matoa juga mengandung sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Berdasarkan data komposisi pangan, setiap 100 gram matoa mengandung sekitar 90 kilokalori, 21,1 gram karbohidrat, 1,2 gram protein, dan 0,5 gram serat. Buah ini juga memiliki kandungan air sekitar 76,5 gram sehingga dagingnya terasa segar ketika dikonsumsi.

Matoa juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Dalam 100 gram buah matoa terdapat sekitar 54 miligram vitamin C, 20 miligram kalsium, 40 miligram fosfor, 0,6 miligram zat besi, dan 190 miligram kalium. Kandungan tersebut membuat matoa tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memiliki nilai gizi sebagai bagian dari konsumsi buah.

Kandungan vitamin C pada matoa juga telah menjadi perhatian dalam penelitian. Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Sintesis menemukan adanya kandungan asam askorbat atau vitamin C serta karbohidrat pada sari buah matoa. Penelitian tersebut menggunakan sampel matoa yang berasal dari Kota Kediri.

Berdasarkan warna kulit buah, matoa dibedakan menjadi tiga jenis: Emme Bhanggahe (Matoa Kulit Merah), Emme Anokhong (Matoa Kulit Hijau), dan Emme Khabhelaw (Matoa Kulit Kuning).

Tidak hanya daging buahnya, bagian kulit matoa juga menarik untuk diteliti. Sejumlah penelitian menemukan adanya senyawa bioaktif pada kulit matoa, termasuk senyawa yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan. Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak berarti kulit matoa dapat langsung digunakan sebagai obat, sehingga pemanfaatannya tetap membutuhkan pengolahan dan penelitian lebih lanjut.

Matoa menjadi salah satu kekayaan buah lokal Indonesia yang memiliki perpaduan antara rasa khas dan kandungan gizi. Keberadaan buah ini juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki beragam sumber pangan lokal yang dapat dikembangkan lebih luas. Dengan mengenalkan matoa kepada masyarakat, buah khas Papua ini diharapkan semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Referensi :

  1. Kementerian Pertanian, Data Komposisi Pangan Indonesia, Universitas Andalas, dan Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya.

  2. pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....