BPOM Gelar Layanan Izin Edar One Day Service Bagi Pelaku UMKM Jamu di Kota Solo
- 27 Agt 2026 22:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya mengakselerasi proses perizinan produk bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Solo Raya.
Melalui program inovasi proaktif, BPOM menghadirkan kemudahan pelayanan izin edar dalam one day service selama dua hari, untuk produk obat bahan alam, suplemen, dan kosmetik di Solo Technopark, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kepala Balai POM Surakarta, Taufiqurrohman, menyebutkan Kota Solo merupakan salah satu sentra industri jamu dan komoditas kearifan lokal terbesar di Indonesia.
Hal ini sejalan dengan visi pemerintah setempat yang tengah gencar mempromosikan wisata kebugaran sehingga jaminan mutu serta keamanan produk menjadi prioritas utama negara.
"Pada hari ini kita targetkan one day service, dalam satu hari kita bisa keluarkan izin edar. Kegiatan ini menjadi momentum bahwa proses pengurusan izin edar di BPOM itu tidak lama, tidak sulit, dan tidak ribet selama pelaku usaha melengkapi dokumen," kata Taufiqurrohman, Kamis, 27 Agustus 2026.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Imelda Ester Riana, menyoroti pentingnya kelengkapan data sebelum pendaftaran.
Pihaknya sengaja menghadirkan inovasi Proaksi Berpadu guna memangkas birokrasi berbelit dan mendekatkan pelayanan perizinan secara langsung kepada para pemohon di daerah.
Inovasi percepatan ini bahkan telah didukung penuh oleh pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada sistem registrasi utama BPOM.
Khusus untuk produk kosmetik yang minim risiko, proses verifikasi dokumen pendaftaran kini hanya membutuhkan waktu evaluasi sistem selama 32 detik jika seluruh basis datanya dinyatakan valid.
"Tolong jangan asal mendaftar, pastikan dilihat komposisinya agar tidak mengandung bahan yang dilarang atau melebihi batas perundang-undangan. Kalau ditolak karena mengandung bahan terlarang, kami tidak bisa bantu meloloskannya," ujar Imelda dalam paparannya.
Melalui pendampingan menyeluruh dari fasilitator terlatih, para produsen kini tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos besar untuk sekadar berkonsultasi ke Jakarta.
Layanan terpadu ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi waktu serta angka penjualan para pelaku UMKM, sekaligus menutup rapat celah praktik pungutan liar maupun gratifikasi. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....