Pemkot Solo dan BPOM Evaluasi Program Keterpaduan Keamanan Pangan 2026

  • 23 Jul 2026 11:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surakarta menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Keterpaduan Keamanan Pangan Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pengembangan program keamanan pangan di sekolah, kelurahan, dan pasar.

Monitoring dan evaluasi berlangsung di Balai Kota Surakarta, Rabu 22 Juli 2026. Peserta terdiri dari perangkat daerah, sekolah, kelurahan, pengelola pasar, serta kader keamanan pangan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Surakarta, Purwanti, mengatakan program keterpaduan keamanan pangan menyasar tiga lingkungan utama yang berperan dalam rantai konsumsi masyarakat. Ketiganya meliputi sekolah, komunitas di tingkat kelurahan, dan pasar sebagai sumber utama pangan.

"Keterpaduan program pengawasan keamanan pangan ini berbasis sekolah, berbasis komunitas yang ada di tingkat wilayah, dan berbasis pasar. Harapannya ini disasar semuanya karena pasar sebagai pintu utama bahan pangan, kemudian konsumennya di tingkat kelurahan, masyarakat, dan anak-anak di sekolah menjadi proses edukasi yang pertama," katanya.

Purwanti menuturkan hasil monitoring dan evaluasi tidak berhenti sebagai laporan kegiatan semata. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas pelaksanaan program ke wilayah lain di Kota Surakarta.

"Harapannya hasil monitoring ini atau hasil kolaborasi ini tidak hanya berhenti, tetapi hasil evaluasi hari ini menjadi dasar untuk pengembangan ke wilayah-wilayah lain," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Surakarta, Taufiqurrohman, mengatakan monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari rangkaian program yang berorientasi pada hasil. Menurutnya, setiap kegiatan harus mampu menghasilkan perubahan perilaku masyarakat.

"Kami masuk ke dalam fase monitoring dan evaluasi dari serangkaian program. Kami menginginkan sebuah dampak, tidak hanya sekadar kegiatan lalu selesai," katanya.

Ia menambahkan program keamanan pangan akan terus dilaksanakan setiap tahun di lima kabupaten dan kota wilayah pengawasan BPOM Surakarta. Setiap daerah akan memiliki lokasi percontohan yang diharapkan menjadi penggerak penerapan keamanan pangan di wilayah sekitarnya. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....