BPOM Surakarta Bangun Kesadaran Keamanan Pangan Masyarakat

  • 23 Jul 2026 11:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surakarta menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam menerapkan keamanan pangan. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Keterpaduan Keamanan Pangan yang menyasar sekolah, komunitas, dan pasar.

Kepala BPOM di Surakarta, Taufiqurrohman, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku menjadi sasaran utama agar masyarakat mampu menjaga kesehatan secara mandiri.

"Yang kita bangun di sini adalah awareness-nya. Sehingga enggak hanya sekadar masyarakat tahu, tapi masyarakat sadar. Harapannya kalau sadar dia bisa menjaga diri, lingkungan keluarga, tetangga, dan dalam lingkup yang lebih besar," katanya, Rabu 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan setiap kegiatan dalam program tersebut harus memiliki tindak lanjut yang jelas. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk mendorong perubahan pola hidup masyarakat.

"Semua berorientasi pada perubahan pola hidup, perbaikan pola hidup. Dari yang sebelumnya tidak mengerti pola konsumsi, nanti kita berikan tips-tipsnya sehingga mulai sadar menerapkan pola hidup yang seimbang," ucapnya menjelaskan.

Edukasi keamanan pangan juga diberikan kepada pelajar agar mampu memilih makanan yang sehat dan membatasi konsumsi gula. Langkah tersebut diharapkan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Ia menambahkan Program Keterpaduan Keamanan Pangan dilaksanakan setiap tahun di wilayah kerja BPOM Surakarta yang meliputi lima kabupaten dan kota. Setiap daerah akan memiliki lokasi percontohan sebagai pusat penggerak penerapan keamanan pangan.

"Program ini setiap tahun ada dan sesuai area pengawasan kami di lima kabupaten dan kota. Kami akan memberikan prototype di setiap kabupaten, harapannya menjadi episentrum penggerak di ekosistem-ekosistem yang lainnya," ujarnya.

Taufiqurrohman berharap keterlibatan masyarakat dalam program tersebut mampu memperkuat budaya keamanan pangan. Dengan demikian, upaya pencegahan penyakit melalui perubahan pola konsumsi dapat dilakukan secara berkelanjutan. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....