BPJS Kesehatan Bersama Kemenag Gandeng Penyuluh Agama Pada Program JKN

  • 05 Agt 2026 23:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – BPJS Kesehatan memperkuat literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan Sinergi Penyuluh Agama Integrasi Literasi (SYAIR JKN) bertema Menjalin Ukhuwah, Menjaga Sesama: Bersama Penyuluh Agama Mewujudkan Masyarakat Sehat, Sejahtera, dan Terlindungi, di Hotel Harris, Surakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Langkah kolaboratif lintas sektor ini melibatkan Kementerian Agama Republik Indonesia serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengedukasi masyarakat melalui peran para penyuluh agama.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengungkapkan partisipasi tokoh agama sangat dibutuhkan dalam membantu menyelesaikan tantangan kepesertaan JKN.

Hingga saat ini, BPJS Kesehatan mencatat masih terdapat sekitar 50 juta peserta yang status kepesertaannya tidak aktif karena berbagai kendala administrasi maupun pemahaman.

"Peran sinergis bersama Kementerian Agama dalam hal ini Pak Dirjen yang berkenan bersama dengan penyuluh agama yang merupakan tokoh-tokoh di masyarakat ini sangat penting menurut BPJS Kesehatan, supaya terus memberikan edukasi, pemahaman, dan juga bagaimana cara mengurus kepesertaan," ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Akmal menambahkan, para penyuluh agama dibekali pemahaman menyeluruh melalui metode Training of Trainers (ToT) terkait alur layanan, hak peserta, hingga kanal layanan digital.

Melalui pembekalan tersebut, pemuka agama diharapkan mampu menyisipkan pesan promotif dan preventif kesehatan dalam setiap kegiatan dakwah maupun penyuluhan di tengah masyarakat.


Menyambut sinergi tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Abu Rokhmad, menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan program JKN.

Menurutnya, para penyuluh agama dapat bertindak sebagai edukator, motivator, hingga mediator untuk menjembatani informasi antara masyarakat dengan fasilitas kesehatan.

"Jadi, penyuluh agama memberikan literasi, edukasi kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa-bahasa agama sehingga makin mudah untuk dipahami oleh masyarakat. Saya kira penyuluh agama posisinya berada di situ," katanya.

Program JKN tercatat telah memberikan perlindungan kepada 284 juta jiwa atau 98,60 persen dari total penduduk Indonesia dengan tingkat keaktifan mencapai 80,25 persen.

Melalui jejaring penyuluh agama yang tersebar hingga ke pedesaan, edukasi terkait jaminan kesehatan diharapkan dapat diterima secara lebih inklusif, humanis, dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....