Puluhan Warga Terdampak Abu Pabrik Gula Mojo Sragen, Dapat Pengobatan Gratis

  • 01 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Puluhan warga RW 13, Kelurahan Cantel Wetan, Kecamatan Sragen Tengah, memperoleh layanan pengobatan gratis yang digelar oleh Pabrik Gula (PG) Mojo, Jumat 31 Juli 2026. Kegiatan bakti kesehatan ini diberikan sebagai bentuk kompensasi atas sebaran debu hitam atau langes yang berasal dari sisa aktivitas penggilingan tebu pabrik tersebut.

Hampir seluruh warga yang hadir mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari batuk-batuk, sakit tenggorokan, hingga mata perih akibat kelilipan debu. Sejumlah warga bahkan mengaku mengalami peningkatan tekanan darah (tensi tinggi) karena kelelahan fisik dan psikis akibat harus membersihkan rumah secara terus-menerus.

Salah seorang warga setempat, Ny. Sri Kodariya (57), mengaku batuk-batuk yang dialaminya sering kambuh, terutama saat volume sebaran debu sedang tinggi. "Batuk-batuk, sakit tenggorokan, mata terasa ganjel kemasukan debu. Ibu-ibu di sini tensinya tinggi karena emosi harus bersih-bersih terus," ujar Sri usai menjalani pemeriksaan.

Ia menyebutkan, seluruh anggota keluarganya—termasuk sang cucu—turut memanfaatkan layanan pengobatan gratis tersebut. Kediaman Sri sendiri terletak berjarak kurang lebih satu kilometer dari kompleks PG Mojo.

Menurutnya, sebaran debu dari pabrik telah dirasakan warga sejak dimulainya musim giling pada bulan Mei hingga akhir Juli ini. Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan polusi debu tersebut akan berakhir.

"Langesnya ini sudah dari bulan Mei. Debunya sudah banyak sampai lantai rumah hitam. Kaki warga sini pasti hitam karena debunya banyak sekali," keluhnya.

Meski telah bertahun-tahun terdampak, Sri mengaku baru kali ini mendapatkan fasilitas pengobatan gratis. Ia berharap bantuan kesehatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkala selama musim giling masih berlangsung.

Sebelumnya, persoalan ini juga telah diadukan warga dengan mendatangi gedung DPRD Sragen untuk menggelar audiensi bersama pihak manajemen PG Mojo. Dalam pertemuan tersebut, warga meminta agar kapasitas penggilingan dikurangi guna menekan volume sebaran debu.

"Kemarin dari audiensi di DPRD, debunya sempat berkurang selama dua hari. Katanya kapasitas dikurangi, tapi setelah itu ya tetap banyak lagi sampai hari ini," katanya lebih lanjut.

Warga berharap pihak PG Mojo bersama pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan jangka panjang, salah satunya melalui optimalisasi alat penyaringan debu (filter) di pabrik.

Sementara itu, dokter dari Puskesmas Sragen Kota, Shobastian, membenarkan bahwa mayoritas warga yang datang mengeluhkan gejala batuk dan iritasi mata.

"Iya, warga banyak mengeluh batuk-batuk yang mengarah ke ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), kedua mengeluh mata pedih. Kami langsung lakukan pemeriksaan dan berikan obat," terang Shobastian.

Ia menambahkan, kegiatan pengobatan gratis ini merupakan inisiatif dari pihak manajemen PG Mojo, sementara pihak Puskesmas bertindak sebagai tenaga medis yang membantu melakukan pemeriksaan terhadap warga.

Terkait pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala, pihak Puskesmas menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan manajemen PG Mojo, namun menyatakan siap jika kembali dilibatkan untuk melayani kesehatan masyarakat. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....