Antisipasi Kasus TBC Meluas, Respati Minta Warga Komitmen Pengobatan
- 23 Apr 2026 01:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dalam antisipasi penambahan kasus Tuberkulosis di Kota Solo, Wali Kota Respati Ardi minta warga berkomitmen untuk mematuhi proses pengobatan hingga benar-benar sembuh.
Hal itu dikatakan Respati Ardi saat menghadiri tracing 100 warga Mojosongo yang terdata memiliki kontak erat dengan kasus positif Tuberkulosis di Pendhapi Kecamatan Jebres pada Rabu, 22 April 2026.
Mantan Ketua HIPMI Solo ini juga menjelaskan tracing ini sebagai bagian menjalankan program Presiden Prabowo Subianto dalam mengintervesi kasus Tuberkulosis agar tidak bertambah. Apalagi menurut data, kasus TBC di Indonesia menjadi yang tertinggi kedua setelah India.
"Program dari salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo terkait intervensi penurunan angka kasus Tuberkulosis atau TBC. Pemeriksaan ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Poltekkes untuk mengintervensi keluarga yang kontak erat dengan penyakit penderita Tuberkulosis," kata Respati Ardi.
Respati menghimbau kepada warga yang memiliki kontak erat dengan kasus Tuberkulosis untuk tidak berkecil hati. Karena menurutnya masalah ini bukan masalah yang luar biasa untuk dijauhi dan Pemerintah Kota akan terus hadir demi memberikan pengobatan.
Ditambahkan Wali Kota Solo ini juga, demi mengantisipasi penambahan kasus Tuberkulosis di Kota Bengawan, drinya meminta warga yang masih menjalani pengobatan untuk terus mematuhi aturan hingga sembuh. Hal itu lantaran masih banyak warga positif yang tidak melanjutkan pengobatan dan berakhir menularkan kembali Tuberkulosis.
"Dikarenakan penyembuhan Tuberkulosis ini memerlukan waktu lama, maka saya butuh komitmen dan pendampingan para warga yang terkena TBC. Obatnya panjang tidak boleh putus," katanya menambahkan.
Selain penanggulangan kasus Tuberkulosis dengan cara men-tracing kontak erat, Pemerintah Kota Solo ke depan juga berniat melakukan pembenahan terhadap rumah-rumah yang tidak layak huni, karena menjadi salah satu faktor kasus Tuberkulosis masih terus bertambah.
Dalam data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Solo sendiri, kasus Tuberkulosis di Kota Bengawan pada 2025 sebanyak 2.269 kasus dan pada 2026 ini hingga bulan Maret, ada sebanyak 405 kasus yang masih menjalani pengobatan.
Pemerintah Kota Solo juga sudah membentuk Kelurahan Peduli TBC yang bekerja untuk membantu Dinas Kesehatan dalam penanggulangan dan penanganan kasus Tuberkulosis hingga tingkat terbawah. (JK/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....