Penyakit Menular Paling Mematikan, TBC Bisa Disembuhkan

  • 11 Jan 2026 08:58 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Selama lebih dari satu abad, tuberkulosis (TB) masih jadi salah satu penyebab kematian akibat penyakit menular di tingkat global. Padahal, jika kasus TB ini ditemukan cepat dan diobati dengan tuntas, pasien tersebut bisa sembuh total.

Dikutip dari @KemenkesRI, dari sekian banyak penyakit menular yang mematikan, WHO menempatkan Tuberkulosis menjadi penyakit yang berada di peringkat 1 sebagai penyakit menular paling mematikan. Di tingkat internasional, Indonesia menempati peringkat 3 dengan jumlah penderita TBC terbanyak setelah India dan Cina.

Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Berbicara soal TBC, kebanyakan dari kita hanya mengetahui bahwa penyakit ini menyerang organ paru-paru.

Namun faktanya, kuman TBC juga bisa menyerang bagian tubuh lainnya seperti kulit, tulang dan kelenjar getah bening. Udara menjadi media penyebaran kuman TBC, dimana bakteri menyebar saat penderita batuk, bersin ataupun berbicara.

Jika kuman berhasil masuk kedalam tubuh seseorang, maka gejala yang ditimbulkan adalah batuk berdahak lebih dari dua minggu. Selain itu bisa juga disertai dengan darah, sesak nafas, demam, lemah, nafsu makan menurun, berkeringat di malam hari dan berat badan menurun.

Kementerian Kesehatan sudah melaksanakan penemuan kasus TB secara aktif, pemeriksaan laboratorium berstandar, serta pemberian terapi sesuai pedoman klinis. Upaya ini diperkuat dengan ketersediaan logistik obat, pencatatan dan pelaporan berbasis sistem, serta monitoring rutin di fasilitas kesehatan dan komunitas.

Mekanisme pendampingan pasien diterapkan untuk memastikan kepatuhan minum obat hingga tuntas dan mencegah kekambuhan. Siapa saja dapat terserang TBC, tidak peduli laki-laki atau perempuan, tua atau muda bahkan anak-anak dapat terinfeksi.

Walaupun TBC mudah menular dan menyebabkan kematian, namun penyakit ini dapat disembuhkan dengan meminum obat secara teratur sampai benar-benar dinyatakan sembuh oleh dokter sehingga bisa memutus rantai penularan TBC. Jika tidak teratur minum obat, penderita TBC akan sulit sembuh, masih bisa menularkan penyakit dan bisa menjadi resisten terhadap obat.

Orang yang tertular kuman TBC resisten obat dapat langsung terinfeksi TBC resisten obat. Sehingga pengobatannya akan menjadi lebih sulit dan lebih lama yakni membutuhkan waktu sekitar 18-24 bulan dibandingkan dengan TBC yang masih sensitif yang lama pengobatannya sekitar 6-9 bulan.

( Syurie Ariandani )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....