Pola Makan ternyata Pengaruhi Mood dan Kesehatan Mental
- 31 Mar 2026 19:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Apa yang dikonsumsi sehari-hari tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap suasana hati dan kesehatan mental. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan erat antara pola makan, energi tubuh, hingga kondisi emosional seseorang.
Menurut riset dari Mass General Brigham, pola makan sehat dapat membantu mencegah penyakit kronis seperti jantung, obesitas, dan diabetes. Kini, bukti juga menunjukkan bahwa pilihan makanan turut memengaruhi kesehatan mental dan mood.
Gastroenterolog Andrew T. Chan menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi seseorang berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan tingkat energi harian.“ Ada hubungan yang jelas antara apa yang Anda makan, bagaimana Anda makan, dengan perasaan energi dan suasana hati,” ujarnya.
Ia menambahkan, makanan memang dapat memberikan kepuasan instan, tetapi pola makan sehat akan memberikan dampak yang lebih baik dalam jangka panjang, termasuk pada kondisi mental. Secara ilmiah, keterkaitan antara makanan dan mood terjadi melalui beberapa mekanisme biologis. Salah satunya adalah peran sistem pencernaan atau gut-brain connection.
Peradangan dalam tubuh, misalnya, dapat mengganggu zat kimia otak seperti serotonin dan dopamin yang berperan dalam mengatur suasana hati. Selain itu, lonjakan dan penurunan kadar gula darah akibat pola makan yang tidak seimbang juga dapat memicu perubahan mood secara drastis.
Faktor lain adalah mikrobioma usus, yaitu kumpulan bakteri baik dalam sistem pencernaan. Mikroba ini dapat mengolah makanan menjadi zat kimia yang memengaruhi fungsi otak, termasuk dalam mengatur emosi.
Penelitian tersebut juga menyoroti dampak konsumsi makanan ultra-proses atau makanan siap saji. Jenis makanan ini umumnya tinggi gula, pemanis buatan, serta rendah nutrisi penting.
Konsumsi berlebihan makanan ultra-proses dapat memicu peradangan, mengganggu keseimbangan gula darah, serta memengaruhi kesehatan mikrobioma usus. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan suasana hati, termasuk depresi.
Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan mengonsumsi buah dan sayur karena diketahui mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan kadar dopamin dan serotonin dalam tubuh. Kedua zat ini berperan penting dalam mengatur mood dan motivasi.
Selain itu, konsumsi kopi dan teh dalam jumlah wajar juga dikaitkan dengan peningkatan suasana hati karena mampu merangsang pelepasan dopamin. Namun, konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari karena dapat berdampak pada kecemasan dan kualitas tidur.
Dengan semakin berkembangnya penelitian, kesadaran akan pentingnya pola makan sehat diharapkan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada kesehatan mental secara menyeluruh. (Hil)
sumber: https://www.massgeneralbrigham.org/en/about/newsroom/articles/how-food-impacts-your-mood
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....