Sukses Temukan Bug Situs NASA, Ibrahim Al Abrar Asal Boyolali Kini Diincar BSSN

  • 20 Jul 2026 06:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali – Keberhasilan Ibrahim Al Abbar, siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari, Boyolali, dalam menemukan celah keamanan (bug) pada situs resmi NASA kini membuka jalan lebar bagi masa depannya.

Berawal dari iseng membaca artikel dan belajar secara otodidak, bocah berusia 12 tahun ini kini mantap mematok cita-cita untuk menjadi seorang profesional di bidang cyber security.

Langkah Ibrahim terbilang luar biasa. Di usianya yang masih sangat muda, dirinya berhasil mendeteksi empat kerentanan berjenis broken link hijacking pada sistem badan antariksa Amerika Serikat tersebut hanya dengan bermodalkan peralatan (tools) yang dirinya rakit sendiri menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Kerja keras Ibrahim yang menghabiskan waktu luangnya untuk mempelajari kerentanan website dan coding kini berbuah manis. Setelah sertifikat penghargaan resmi dari NASA mendarat di email pribadinya, apresiasi tingkat nasional langsung berdatangan.

Tidak tanggung-tanggung, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana secara mendadak langsung mendatangi sekolah Ibrahim untuk memberikan penghargaan secara langsung. Tak berhenti di situ, kemampuan langka bocah 12 tahun ini juga menarik perhatian otoritas siber tertinggi di Indonesia, yakni Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang langsung melayangkan undangan resmi kepadanya.

"Perasaannya senang. Terus mendengar banyak orang-orang yang support ya tambah semangat belajar cyber security-nya, Kemarin Wakil Bupati datang ke sekolah. Kaget datang tiba-tiba, dikasih peralatan alat tulis sama tas, pulpen, sama uang tunai. Terus dari pemerintah, yang hubungin Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), nanti aku akan datengin ke sana," kata Ibrahim Al Abrar.

Penghargaan dari NASA dan perhatian dari BSSN tidak membuat Ibrahim berpuas diri. Alih-alih berhenti, pengakuan internasional ini justru membakar semangatnya untuk terus berburu sertifikat keamanan digital lainnya.

Sebagai target berikutnya, Ibrahim berencana menguji keandalan sistem keamanan pada situs-situs milik pemerintah hingga jaringan universitas di luar negeri secara legal. Langkah ini dirinya lakukan demi mematangkan kemampuannya sebelum terjun ke industri digital secara profesional demi masa depan yang menjanjikan.

"Cita-citanya mau menjadi cyber security profesional. Karena katanya peluangnya besar jadi cyber security profesional, gajinya lumayan. Ke depannya mau ngincer sertifikat sebanyak-banyaknya mungkin. Targetnya mungkin web pemerintah atau enggak universitas luar negeri," katanya menambahkan.

Meskipun memiliki ambisi besar di dunia siber, Ibrahim tetap menjadi anak-anak pada umumnya yang patuh pada pendidikan formal. Dirinya secara disiplin membagi waktu dengan melakukan aktivitas coding dan riset siber pada siang hari, serta tetap fokus mempelajari pelajaran sekolah pada malam hari agar tugas-tugas akademiknya tidak terganggu. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....