Bupati Sigit Tinjau Langsung Perbaikan Jalan Masaran–Pringanom Sragen

  • 05 Jun 2026 15:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Kabar baik bagi warga dan pengguna jalan di wilayah Masaran. Pemerintah Kabupaten Sragen mulai melakukan perbaikan total pada ruas Jalan Masaran–Pringanom, khususnya di titik rawan pertigaan Pasar Masaran yang selama ini dikeluhkan rusak parah dan sering memicu kecelakaan.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, meninjau langsung progres pengerjaan di lapangan pada Rabu 3 Juni lalu. Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Mursid Joko Wiranto, Bupati memastikan bahwa penanganan jalan ini dilakukan secara serius demi keamanan warga.

Proyek perbaikan sepanjang 130 meter ini tidak hanya sekadar tambal sulam. Pemerintah melakukan peningkatan spesifikasi jalan. Dari lebar awal 5 meter menjadi 6 meter. Konstruksi menggunakan cor beton untuk daya tahan maksimal dan menggunakan beton fast-track (cepat kering).

Bupati memperkirakan jalan tersebut dapat dilalui secara penuh pada akhir Juni 2026. "Karena lalu lintas di jalur ini sangat padat, kita menggunakan bahan khusus agar proses pengerasan lebih cepat. Jika biasanya beton butuh 28 hari, material ini memungkinkan jalan bisa dilalui dalam 3 hingga 4 hari saja," ujar Bupati Sigit.

Kondisi jalan di pertigaan Pasar Masaran memang sempat viral karena kerusakannya yang parah. Selain lubang yang dalam, drainase yang buruk sering menyebabkan banjir saat hujan.

Bupati Sigit Pamungkas menutup peninjauan dengan meminta doa dan dukungan masyarakat agar proyek ini berjalan lancar. "Semangat untuk dulur-dulur Sragen. Semoga dengan jalan yang lebih lebar dan kuat, arus lalu lintas makin lancar dan ekonomi warga makin meningkat," ucap Bupati Sigit.

Kepala DPU Sragen, Mursid Joko Wiranto, menambahkan bahwa sebelum pengecoran jalan, pihaknya telah lebih dulu menyelesaikan perbaikan gorong-gorong yang melintas di bawah jalan untuk meminimalisir risiko genangan air di masa depan.

"Pengerjaan ditargetkan selesai dalam tiga minggu. Kami lakukan secara bertahap namun cepat agar gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pasar tidak terlalu lama," ujar Mursid. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....