Aturan Bagasi PPIH dan Trik Cerdas Jemaah Muda Jepara Gunakan AI Mekah
- 15 Jun 2026 13:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya selalu menghadirkan dinamika yang menarik bagi para jemaah asal Debarkasi Solo.
Pada prosesi kepulangan yang terus berlangsung hingga Senin, 15 Juni 2026, sorotan tidak hanya tertuju pada kedatangan jemaah, melainkan juga pada aspek kedisiplinan mematuhi aturan barang bawaan serta inovasi jemaah muda saat menghadapi tantangan di Tanah Suci.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo secara konsisten terus mengingatkan jemaah yang masih berada di Arab Saudi untuk mematuhi regulasi penerbangan secara ketat.
PIC Humas sekaligus Wakil Kepala Bidang Perbekalan PPIH Debarkasi Solo, David Jafar Saputra, menegaskan pentingnya menaati aturan mengenai jenis barang dan batas maksimal tas yang diperbolehkan masuk ke dalam pesawat.
"Kita mengimbau kepada seluruh jemaah haji untuk selalu mematuhi terkait dengan barang-barang jemaah yang diperkenankan dibawa penerbangan. Tas yang bisa dibawa adalah tas-tas dari maskapai yaitu tas kabin, tas bagasi, dan tas paspor yang melekat di jemaah," ujar David.
Di samping pematuhan terhadap aturan logistik demi kelancaran penerbangan, ketangguhan fisik dan kemampuan beradaptasi di lapangan juga menjadi kunci sukses penyelenggaraan haji.
Berbagai keterbatasan ruang saat berada di kawasan Mina hingga kendala perbedaan bahasa memaksa para tamu Allah untuk memutar otak dalam berinteraksi dengan petugas maupun sesama jemaah internasional.
Realitas lapangan tersebut dirasakan langsung jemaah haji asal Kabupaten Jepara, Muhammad Jefri Al Ghazali, yang mampu beradaptasi dengan baik berbekal kelancaran literasi digital.
Pemuda berusia 20 tahun tersebut menceritakan bagaimana generasi Z menyiasati perbedaan bahasa yang kerap menyulitkan proses komunikasi di kota suci melalui pemanfaatan kecerdasan buatan.
"Kalau ada kesusahan atau kendala bahasa, yang anak muda itu alhamdulillah masih bisa kayak pakai Google Translate atau pakai fitur AI, itu bisa dimanfaatkan dan sangat membantu sekali di sana," kata Jefri.
Kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji pada akhirnya merupakan hasil dari sinergi dan kemampuan adaptasi yang mumpuni dari berbagai pihak.
Ketegasan panitia dalam menerapkan regulasi kepulangan yang diimbangi dengan kemandirian jemaah muda memanfaatkan teknologi membuktikan bahwa tantangan ibadah lintas negara dapat dilewati dengan baik. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....