Sebanyak 13.606 Jemaah Haji Tiba di Solo, Empat Puluh Empat Orang Wafat

  • 15 Jun 2026 13:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Memasuki hari ke-14 operasional pemulangan jemaah haji, total 13.606 jemaah haji Debarkasi Solo tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, hingga Senin, 15 Juni 2026.

Puluhan kelompok terbang atau kloter dari berbagai daerah di Jawa Tengah telah berhasil mendarat dengan selamat dan langsung diarahkan menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali, guna menjalani proses serah terima sebelum kembali ke keluarga masing-masing.

PIC Humas sekaligus Wakil Kepala Bidang Perbekalan PPIH Debarkasi Solo, David Jafar Saputra, menyebutkan hingga Senin pagi tercatat sudah ada 38 kloter yang tiba dengan total 13.606 jemaah.

Jumlah tersebut terus bertambah seiring pendaratan 39 yang membawa rombongan jemaah haji asal Kabupaten Jepara, Grobogan, dan Cilacap secara berurutan.

"Terkait dengan jemaah yang meninggal di pesawat berasal dari kloter 14 atas nama Bu Nurjana. Ini meninggal saat perjalanan dari Bandara King Abdul Aziz menuju Tanah Air dan saat transit di Kualanamu ternyata sudah dinyatakan wafat," ujar David saat memberikan pembaruan data jemaah haji.

Selain kasus wafat di pesawat, David juga mencatat ada jemaah asal Blora dan Kota Semarang yang menghembuskan napas terakhir usai dirawat saat transit di Medan, sehingga total angka kematian secara keseluruhan mencapai 44 orang.


Pihaknya juga kembali mengingatkan jemaah yang belum pulang agar mematuhi aturan penerbangan dengan tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper karena setiap jemaah sudah mendapat jatah lima liter.

Sementara itu, rona kelegaan sekaligus antusiasme terpancar dari salah satu jemaah haji muda yang baru saja mendarat asal Kabupaten Jepara, Muhammad Jefri Al Ghazali.

Pemuda berusia 20 tahun yang berangkat bersama lima anggota keluarganya setelah menanti selama 13 tahun ini membagikan segudang pengalaman spiritualnya selama berada di Tanah Suci.

"Alhamdulillah di sana penuh ujian tapi juga seru. Apalagi kalau masih muda, tenaganya masih kuat, menjalani ibadah dengan bisa semangat dan menyenangkan meski keterbatasan tempat saat di Mina," kata Jefri.

Pemuda ini berhasil menyiasati kendala bahasa asing di Arab Saudi dengan cekatan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan aplikasi penerjemah pintar di gawainya.

Baginya, rangkaian ibadah haji ini ditutup dengan kesan yang amat manis, terlebih saat berada di Kota Madinah yang suasananya begitu tenang sehingga mengingatkannya pada memori pulang ke kampung halaman. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....