Jemaah Haji Kabupaten Semarang Berjalan Kaki dari Debarkasi Solo menuju Rumah
- 11 Jun 2026 15:53 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Sebagai wujud syukur bisa menuju Tanah Suci, jemaah haji asal Kabupaten Semarang, Mustofa Ismail yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 23 menjalankan nazar menuju rumahnya yang berada di Dukuh Krajan RT 11 RW 02, Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang dengan berjalan kaki.
Pasca tiba di Gedung Muzdalifah setelah menjalani ibadah haji di Tanah Suci pada Kamis, 11 Juni 2026, Kakek berusia 67 tahun ini langsung bersiap melakukan nazarnya berjalan kaki menuju rumah. Nazar sendiri sempat diucapkannya sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Petugas PPIH Debarkasi Solo sendiri sebenarnya sudah meminta Mustofa Ismail untuk ikut menaiki bus pengantar para jemaah dan tidak berjalan kaki, mengingat usianya yang tidak muda lagi. Namun kakek 67 tahun ini tetap kekeh berjalan.
"Kami sudah memberikan masukan kepada yang bersangkutan bahkan keluarga karena demi keamanan dan menghindari kesan dari masyarakat sendiri, kok jemaah bisa sampai jalan kaki. Namun memang bapak Mustofa tetap bertekad jalan, karena itu nazar, namun tetap dikawal oleh keluarga," kata Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia.
Sementara itu, Mustofa Ismail saat ditemui wartawan sebelum menjalankan aksi jalan kaki menuju rumah, menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari menambah ibadahnya. Dirinya juga mengaku akan berjalan kaki dengan membaca istigfar serta sholawat.
"Ini saya menambah ibadah, saya akan berjalan kaki itu sama istigfar dan membaca sholawat gitu. Keinginan jalan kaki ini sejak sebelum berangkat, sudah lama angan-angan saya cuma engga bicara dengan orang lain dulu," ucap Mustofa Ismail.
Dari pantauan RRI.CO.ID, Mustofa Ismail keluar Asrama Haji Donohudan menggunakan bus dan setelah berada di luar Asrama melanjutkan perjalanan ke rumahnya yang berlokasi di Dukuh Krajan RT 11 RW 02, Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang dengan berjalan kaki dan menggunakan topi caping bertuliskan Allah dan Muhammad dalam bahasa Arab.
Pihak keluarga sendiri, Ahmad Muntaha selaku anak dari Mustofa Ismail, mengaku hanya bisa mendukung keinginan orang tuanya untuk berjalan kaki saja dan tidak bisa melarang. Meskipun begitu dirinya tetap akan terus mengawal selama perjalanan orang tuanya menuju rumah.
"Intinya kita sebagai anak yang penting kemauan orang tua diturutin, yang penting orang tua seneng. Mau jalan kaki ya kita kawal sebagai anak. Jarak diperkirakan mencapai 34 kilo," ujar Ahmad Muntaha.
Aksi jalan kaki menuju rumahnya yang berada di Dukuh Krajan RT 11 RW 02, Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang ini ternyata tidak menjadi hal yang baru bagi Mustofa Ismail.
Karena sebelumnya pada fase keberangkatan jemaah haji, dirinya juga melakukan aksi jalan kaki dari rumah menuju kantor Kecamatan Suruh, sebelum menuju Asrama Haji Donohudan. Mustofa Ismail diketahui mendaftarkan diri sebagai calon jemaah pada tahun 2012 dan berangkat pada 2026. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....