Kondisi Sakit, 8 Jemaah Haji Solo Masih Dirawat di Arab Saudi
- 14 Jun 2026 20:53 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo memperketat pengawasan medis terhadap belasan jemaah haji yang jatuh sakit. Faktor kelelahan fisik pasca-ibadah menjadi pemicu utama menurunnya kondisi kesehatan para jemaah tersebut.
Humas PPIH Debarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, merinci saat ini terdapat delapan jemaah haji yang kondisinya menurun dan masih tertahan di rumah sakit luar negeri.
"Ada delapan jemaah sakit di Tanah Suci, dua di antaranya merupakan petugas pendamping haji yang belum bisa ikut dipulangkan," ujar Humas PPIH Debarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia kepada RRI, Minggu 14 Juni 2026.
Selain jemaah yang tertahan di Arab Saudi, penanganan medis darurat juga langsung dilakukan terhadap rombongan yang baru saja mendarat di tanah air. Petugas mendapati sejumlah jemaah mengalami penurunan kondisi fisik secara drastis setelah menempuh perjalanan udara jarak jauh.
Nabila, membenarkan adanya gelombang pasien baru yang terpaksa langsung dilarikan ke poliklinik internal Asrama Haji Donohudan.
"Berdasarkan update terakhir semalam, ada lima jemaah yang terpaksa dirawat di Embarkasi Solo. Mereka rata-rata sakit karena faktor kelelahan," katanya.
Di luar data jemaah sakit, petugas turut memperbarui data kumulatif jemaah haji asal Embarkasi Solo yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah tahun ini.
"Kami sampaikan update jemaah haji yang wafat dari embarkasi Solo sebanyak 44 jemaah dengan rincian 42 jemaah wafat di tanah suci, dan untuk 1 jemaah wafat di pesawat ketika perjalanan pulang menuju ke tanah air, dan 1 jemaah wafat di KNO di RSUD Medan," ujar Nabila.
Adapun, hingga operasional pemulangan hari ke-13, petugas telah menerima kedatangan 33 kelompok terbang atau kloter dengan total jemaah yang sudah tiba mencapai 11.816 jemaah haji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....