Firasat Sang Ibu sebelum Bilqis Tewas Mengenaskan, Gelisah dan Berat Pergi Kerja

  • 06 Jun 2026 23:04 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Langkah kaki Dewi Sri Lestari (34) terasa begitu berat saat hendak melangkah keluar rumah untuk berangkat kerja ke pabrik, Jumat 5 Juni 2026 pagi. Ada rasa enggan yang menggelayut di dadanya, sebuah bisikan tak kasatmata yang memintanya untuk tetap tinggal di rumah menemani sang putri, Bilqis Rajiansyah (11).

"Hari itu sebelum berangkat kerja saya juga merasa malas bekerja. Rasanya ingin tidak masuk kerja," ucapnya saat dijumpai di kediamannya, Sabtu.

Namun, demi tuntutan hidup, ibu warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen ini menepis perasaan itu, mengiranya hanya sekadar lelah biasa. Siapa nyana, keengganan di pagi hari itu adalah puncak dari rangkaian firasat pilu yang ia rasakan sejak malam sebelumnya.

Sepulang dari tempatnya bekerja, dunia Dewi runtuh seketika saat mendapati putri tercintanya yang baru duduk di bangku kelas 5 SD sudah terbujur kaku tak bernyawa di dalam rumah. Bilqis ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan dengan sejumlah luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya.

Ditemui di rumah duka Sabtu 6 Juni, dengan tatapan mata yang masih menyiratkan duka mendalam, Dewi mengenang kembali malam terakhir sebelum tragedi memilukan itu merenggut kebahagiaan keluarganya.

Sepanjang malam, (Kamis 4 Juni) ia didera kegelisahan hebat yang membuatnya sama sekali tidak bisa beristirahat dengan tenang.

Dewi mengaku sudah mencoba segala cara agar bisa memejamkan mata, namun rasa tidak nyaman terus menghantuinya.

"Malam sebelumnya saya punya firasat. Badan saya tidak enak dan tidak bisa tidur," ujarnya.

Ia bahkan sempat berpindah-pindah tempat tidur, mencari posisi yang nyaman, tetapi hatinya tetap saja merasa tidak tenang..Rasa gelisah yang tidak biasa itu rupanya sempat disadari oleh Bilqis.

Bocah polos tersebut bahkan sempat mendekati ibunya dan bertanya dengan nada penuh perhatian mengenai kondisi sang ibu yang tampak tidak tenang malam itu.

"Anak saya sempat tanya kenapa kok kelihatannya gelisah dan tidak enak badan," kenang Dewi.

Mengingat kembali pertanyaan tulus dari putrinya malam itu kini menyisakan sesak yang teramat sangat di dada Dewi. Karena kelelahan yang memuncak setelah beraktivitas seharian, ia akhirnya baru bisa terlelap saat hari sudah menjelang dini hari.

Kini, pengakuan jujur dari seorang ibu mengenai firasat kuat sebelum kepergian anaknya kian menambah kental suasana haru di Desa Dawung. Warga sekitar yang datang melayat tak mampu membendung air mata, ikut merasakan kepedihan mendalam yang dialami keluarga korban.

Di sisi lain, misteri di balik kematian bocah kelas 5 SD ini masih menjadi fokus utama pihak berwajib. Aparat kepolisian hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan intensif secara mendalam di lapangan guna mengungkap pelaku serta motif asli di balik dugaan aksi perampokan disertai pembunuhan yang telah menggemparkan seluruh masyarakat Sragen tersebut.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, hingga kini penyidik telah memeriksa dan menginterogasi tiga orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung. Kapolres menambahkan, jumlah saksi yang dimintai keterangan dipastikan akan terus bertambah seiring berjalannya penyelidikan.

"Sementara untuk tadi malam kami masih melakukan interogasi ya, saksi-saksi yang ada di TKP sekitar masih tiga orang, dan ini akan terus bertambah," ucap AKBP Dewiana di Mapolres Sragen, Sabtu 6 Juni pagi. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....