Sampah Rumah Tangga di Pucangsawit, Disulap Jadi Pundi Rupiah
- 03 Jun 2026 22:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta — Tumpukan sampah rumah tangga yang kerap dianggap tidak bernilai, ternyata mampu menjadi sumber tabungan bagi warga.
Melalui Bank Sampah Unit (BSU) Pucang Cuan di RW 13 Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, warga bergerak produktif. Di bawah binaan Bank Sampah Induk Kota Surakarta, BSU Pucang Cuan sukses mengajak lebih dari 100 warga untuk memilah sedikitnya 50 jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Dari kegiatan kreatif ini, tabungan sampah setiap warga tercatat mampu mencapai sekitar Rp780 ribu dalam setahun. Hasil tabungan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk persiapan menyambut hari raya.
Koordinator Bank Sampah Induk Kerja Nyata Kota Solo, Denok Martiastuti menjelaskan, kunci keberhasilan gerakan ini terletak pada edukasi pemilahan yang mendalam di tingkat hulu, yakni dari lingkungan rumah tangga.
"Warga sudah memilah sampah dari rumah, kemudian disetor ke bank sampah, ditimbang sesuai jenisnya, lalu dicatat dalam buku tabungan. Nilai sampah itu lalu dikonversikan menjadi rupiah sehingga menjadi tabungan bagi warga," ujar Denok kepada rri.co.id Surakarta, Rabu (3/6/2026).
Denok menambahkan, hanya jenis sampah yang dapat diterima oleh industri daur ulang saja yang bisa disetorkan ke bank sampah. Berbagai jenis sampah tersebut di antaranya botol plastik PET, botol sampo, kardus, koran, kertas, kantong plastik, toples plastik, hingga berbagai kemasan lainnya.
Sementara itu, Ketua RW 13 sekaligus pengelola Pucang Cuan, Siti Rochmani mengatakan, kesadaran warga untuk memilah sampah terus meningkat setelah mendapatkan edukasi secara rutin. Saat ini, lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) telah aktif menjadi nasabah.
Warga diajarkan memisahkan botol plastik, kardus, kertas, hingga beberapa jenis kemasan. Sampah-sampah yang sebelumnya sering berserakan, kini justru menjadi rebutan karena bernilai ekonomi dan dihargai Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram.
"Kalau dipilah lebih detail, harga jualnya bisa lebih tinggi. Warga yang belum sempat memilah tetap bisa setor, nanti kami bantu memilahkannya," kata Siti.
Sebagai informasi, saat ini tercatat ada sekitar 230 Bank Sampah Unit di Kota Surakarta. Namun, baru sekitar 70 persen yang masih aktif beroperasi, sementara sisanya mengalami mati suri akibat pergantian pengurus maupun faktor kendala lainnya. (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....