Panen Melimpah, Warga Gading Sragen Rutin Gelar Sadranan
- 19 Jun 2025 22:20 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Ratusan warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menggelar acara tradisi Nyadran atau Sadranan di area Sendang Gemuling desa setempat pada Rabu (18/6/2025). Sadranan itu dilaksanakan seusai warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani melaksanakan panen raya padi.
Tradisi itu selalu dijaga masyarakat setempat sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki dan kesehatan serta berkah panen yang baik. Sadranan selalu dilakukan di Sendang Gumuling yang menjadi sumber mata air irigasi sawah yang dikelola warga.
Tradisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu yang merupakan peninggalan nenek moyang masyarakat kampung Karang. Bahkan tradisi unik ini juga dilakukan satu tahun sekali usai panen raya masa tanam ke 2 atau pas pada saat musim kemarau dengan mengambil hari Rabu Legi.
Masyarakat membawa makanan dalam sebuah bakul untuk dilakukan upacara sedekah. Setelah itu mereka menyantap makanan yang dibawa setelah memanjatkan syukur dan doa.
Adapun menu makanan yang dibawa di acara Nyadran ini mulai dari nasi putih (nasi uduk) dengan lauk mie goreng, serundeng, ikan asin, kerupuk, pisang, ayam ingkung, peyek kacang maupun peyek ikan asin, kulup atau lalapan dan lainnya.
Makanan ini kerap disebut dengan nasi bancaan atau nasi berkat. Sebelum dibagikan ke pada masyarakat yang hadir nasi berkat ini dilakukan doa bersama sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Ratusan warga Kampung Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, mengikuti tradisi Sadranan di area Sendang Gemuling desa setempat, Rabu (18/6/2025). Foto: RRI/Mulato Ishaan
Tradisi Nyadran ini dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat bernama Mbah Harjo. Dia menyampaikan kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk terus melestarikan tradisi Nyadran yang sudah turun temurun sejak nenek moyang.
"Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang hadir sudah menjaga tradisi syukuran Nyadran bersama, semoga selalu diberikan keselamatan, kesehatan dan rezeki melimpah. Tradisi Nyadran dilakukan setahun sekali setiap Rabu Legi, tradisi ini jangan sampai diubah ubah karena ini sudah adat dan tradisi di sendang Gemuling ini," pesan Mbah Harjo.
Sementara itu, acara doa bersama langsung dilanjutkan dan dipimpin oleh Ustadz Warji dengan diikuti masyarakat yang hadir.
Dalam pesan yang disampaikan agar masyarakat selalu bersyukur dan ingat kepada Allah atas apa yang telah diberikan baik kesehatan, rezeki melimpah dan rasa syukur atas sumber air yang ada di kampung Karang.
"Atas syukuran yang bapak ibu hari ini mari kita bersama-sama mengucapkan alhamdulillah dan membaca Al-Fatihah, semoga gusti allah selalu memberikan rezeki dan kesehatan serta kenikmatan atas hasil bumi dan sumber air yang ada," ujarnya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....