Bidik Pasar Premium, Respati Minta UMKM Solo Tingkatkan Kualitas
- 21 Sep 2026 14:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Solo Respati Ardi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk dan berani membidik pasar premium. Strategi tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi produk UMKM, tidak hanya mengandalkan peningkatan jumlah produksi.
Hal itu disampaikan Respati saat meluncurkan Beli Lokal x Pilihan BuSan oleh Tokopedia bersama Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, di Swissbel Hotel, Senin 21 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Respati menjelaskan strategi penguatan fundamental ekonomi Kota Solo menggunakan konsep Pareto 80:20.
Sebanyak 80 persen akan ditangani Pemkot Solo melalui berbagai intervensi untuk mendukung masyarakat pada segmen ekonomi massal. Program tersebut antara lain festival UMKM, pasar rakyat, penyelenggaraan konser, hingga penyediaan akses publik.
Sementara 20 persen lainnya diarahkan untuk mendorong pelaku usaha menyasar konsumen dengan daya beli lebih tinggi. Strategi yang dilakukan antara lain melalui up selling dan menyasar konsumen top spenders.
Menurut Respati, pelaku usaha harus optimistis meningkatkan harga jual dengan diimbangi peningkatan kualitas produk. Penguatan nilai produk dinilai lebih penting daripada hanya meningkatkan kuantitas produksi.
“Mulai berani berjualan mahal, dengan menaikkan sedikit kualitas, kuantitas kita tekan sehingga konsep 80:20 ini menjadi nyata,” ujarnya.
Konsep tersebut juga dinilai sejalan dengan rencana Solo sebagai wellness city pada 2030. Pelaku usaha didorong memahami perubahan perilaku konsumen dan pergeseran pasar sehingga produk lokal tidak hanya menyasar konsumen dengan daya beli massal.
Pemkot Solo juga menyiapkan fasilitas bagi pelaku usaha yang ingin memulai atau mengembangkan usahanya di pasar tradisional. Salah satunya melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan dengan memberikan kesempatan menggunakan kios pasar yang sepi selama enam bulan secara gratis.
“Jika laku mulai bayar, kalau belum tidak usah. Kita siapkan Pasar Jongke dan Klewer, kita memastikan untuk dapat etalasenya dulu,” ucapnya.
Respati juga mengingatkan pentingnya kemampuan pelaku usaha membangun nilai jual produk melalui kemasan dan narasi konten yang menarik. Ia mendorong pelaku UMKM Solo menetapkan target pasar yang lebih luas, termasuk Jakarta, Semarang, Bandung, dan Surabaya.
“Saya yakin Kota Solo punya kemampuan dan talenta luar biasa. Saya ingatkan untuk rekan pelaku usaha di Solo, set target bukan hanya warga Solo, tapi Jakarta, Semarang, Bandung dan Surabaya,” katanya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan banyak produk UMKM yang memiliki peluang untuk naik kelas. Menurutnya, pelaku usaha perlu membangun merek dengan baik dan memanfaatkan digitalisasi agar produknya lebih mudah dikenal konsumen.
“Tadi disampaikan Pak Wali Kota, ada banyak produk luar biasa yang mudah membranding produk kita. Dan dengan digitalisasi akan mudah ditemukan oleh para konsumen kita, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya. (SIFA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....