Dari Kemasan hingga Foto Produk, KKN UNS Dorong 28 UMKM Desa Cabeankunti Naik Kelas
- 18 Sep 2026 17:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID., Surakarta - Sebanyak 28 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kini siap memperluas jangkauan pasar digital melalui program pendampingan komprehensif. Langkah ini didorong oleh tim Kelompok 023 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) 2026 yang fokus membenahi identitas merek, tampilan kemasan, hingga kemampuan promosi mandiri para pelaku usaha lokal.
Perwakilan mahasiswa KKN 023 UNS, Alida Indriyani menjelaskan tujuan utama dari pendampingan ini saat dikonfirmasi media. "Program digitalisasi, rebranding, dan sosialisasi foto produk ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan nyata 28 UMKM di Desa Cabeankunti agar produk lokal mampu bersaing dan naik kelas di pasar modern. "Melalui survei door to door, kami mendampingi pelaku usaha secara bertahap, mulai dari memperbarui izin dan informasi kemasan hingga memberikan cara praktis fotografi produk dan pemanfaatan fitur digital seperti WhatsApp Business," ujarnya kepada RRI Surakarta pada Jumat 18 September 2026.
Pendampingan yang dilakukan oleh para mahasiswa dari berbagai jurusan di UNS tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemilik usaha, salah satunya melalui pembaruan nama merek dan desain kemasan agar lebih informatif bagi konsumen. Beberapa usaha yang mengalami penyegaran identitas antara lain keripik milik Mulyono yang kini dinamai "Mulyo Rasa"; Jamu Bu Mariyanti menjadi "Mari Jamu"; serta pendampingan untuk Emping Bu Istiqomah, NN Kriuk, dan Kerupuk Bawang 58. Sementara itu, pada produk Omah Sambal milik Mbayung, kemasan yang semula hanya memuat nama usaha, NIB, dan logo halal kini disempurnakan dengan informasi komposisi, izin PIRT, serta kode produksi.
Selain membenahi tampilan fisik produk, mahasiswa KKN UNS juga membekali para pelaku UMKM dengan keterampilan fotografi promosi menggunakan peralatan sederhana. Melalui pelatihan langsung, para pelaku usaha diajarkan teknik pencahayaan dan penataan produk memanfaatkan alas karton putih, bumbu dapur, piring, cobek, serta serbet yang mudah ditemukan di rumah. Langkah ini memberikan pengalaman praktis bagi warga agar dapat memproduksi materi visual yang menarik secara mandiri untuk kebutuhan pemasaran media sosial.
Dampak positif pendampingan ini mendapat apresiasi tinggi dari para pelaku UMKM setempat karena memberikan pengetahuan praktis yang langsung bisa diterapkan. Pemilik usaha NN Kriuk, Winarti mengaku sangat terbantu dengan materi pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang penjualan usahanya. “Banyak KKN yang datang ke sini, termasuk salah satunya KKN dari UNS. Dari mahasiswa-mahasiswi UNS, saya diajari WhatsApp Business, diberi fasilitas stiker, kemudian juga diberi banner. Ilmunya apik, jadi bisa ngerti WhatsApp Business yang bisa keluar profilku dan mudah dilihat pelanggan. Ilmunya kan bermanfaat, pahalanya juga mengalir” ucapnya saat diwawancarai.
Pelaku usaha tersebut juga menambahkan bahwa pendampingan KKN UNS membuka wawasannya dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu pembuatan konten promosi sehari-hari. “Yang tadinya nggak tahu, saiki sak layange, kalau aku setiap ng-upload pasti pakai ChatGPT, generasi muda pinter iku. Ilmunya kan bermanfaat, pahalanya juga mengalir,” ujarnya penuh antusias sembari berharap pengetahuan yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga desa.
Agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, mahasiswa UNS menyusun buku panduan berjudul "Digitalisasi dan Branding dalam Pengembangan UMKM Desa Cabeankunti". Buku ini diserahkan kepada masyarakat sebagai pegangan resmi dan acuan praktis agar para pelaku usaha dapat melanjutkan proses branding serta digitalisasi secara mandiri di kemudian hari.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pedesaan di era digital. Melalui kelengkapan identitas produk, kemasan yang memenuhi standar hukum, dan literasi digital yang makin memadai, UMKM Desa Cabeankunti kini memiliki daya saing yang lebih kuat untuk menembus pasar yang lebih luas. (Dinar Rusydiana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....