Dapur SPPG Libur, Harga Sayur Mayur di Kota Solo Alami Penurunan Signifikan
- 06 Jul 2026 19:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Harga sejumlah komoditas sayur-mayur di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo mengalami penurunan cukup drastis dalam sepekan terakhir. Penurunan harga ini dipicu oleh melimpahnya pasokan saat panen raya, bersamaan dengan menurunnya permintaan karena libur kegiatan satuan pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Program Makan Bergizi Gratis (MBG), musim hajatan yang sepi, serta libur sekolah.
Salah seorang pedagang komoditas sayur-mayur di Pasar Legi Solo, Widanarti, mengatakan bahwa hampir seluruh jenis sayuran mengalami penurunan harga. Penurunan paling tajam terjadi pada kembang kol, daun selada, tomat, sawi sendok, dan buncis.
Menurutnya, harga kembang kol dan daun selada saat ini anjlok menjadi Rp8.000,00 dari sebelumnya Rp25.000,00 per kilogram. Buncis merosot dari Rp12.000,00 menjadi Rp5.000,00, sedangkan harga wortel turun dari Rp15.000,00 menjadi Rp13.000,00 per kilogram. Sawi sendok turun dari Rp8.000,00 menjadi Rp4.000,00, dan tomat dari Rp12.000,00 menjadi hanya Rp4.000,00 per kilogram.
Selain itu, harga sawi putih juga turun dari Rp8.000,00 menjadi Rp5.000,00 per kilogram. Menurut Widanarti, melimpahnya pasokan dari petani akibat panen raya menjadi penyebab utama turunnya harga. Di sisi lain, permintaan pasar juga menurun karena kegiatan SPPG atau MBG sedang libur, minimnya hajatan pada bulan Sura, serta sekolah yang masih dalam masa libur.
Untuk mengantisipasi barang tidak terjual, para pedagang terpaksa mengurangi jumlah pembelian dari pemasok sekitar 30 persen.
"Kalau biasanya saya mengambil sekitar satu kuintal, sekarang hanya sekitar 70 kilogram karena penjualannya sedang sepi," ujar Wiwit, sapaan akrabnya, saat ditemui rri.co.id, Minggu 5 Juli 2026.
Sementara komoditas sayur-mayur mengalami penurunan harga, komoditas cabai justru naik perlahan. Menurut pedagang cabai di Pasar Legi Solo, Sri Lestari, kenaikan terjadi pada cabai tampar merah yang naik menjadi Rp30.000,00 dari semula Rp28.000,00 per kilogram, serta cabai rawit merah yang saat ini Rp40.000,00 dari semula Rp38.000,00 per kilogram. Menurut Sri Lestari, saat ini permintaan pasar memang sepi karena dipicu oleh sepinya hajatan dan libur sekolah, sehingga program MBG juga ikut libur.
"Saat ini kondisi pasar sepi, pasokan cabai dari petani juga melimpah, ditambah lagi liburnya anak sekolah yang membuat program MBG ikut libur," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya lebih memilih mengurangi stok dagangannya karena takut barangnya banyak yang membusuk. Dari yang biasanya menyediakan satu kuintal, kini ia hanya menyetok 50 kilogram untuk semua jenis cabai. (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....