Harga Kedelai - Kacang Hijau Impor Terus Naik,Pedagang Tahu-Tempe Kelimpungan

  • 16 Jun 2026 12:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Harga sejumlah kacang-kacangan di pasar tradisional di Kota Solo mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pasokan barang masih terjaga dan aktivitas perdagangan berjalan normal.

Saat ditemui rri.co.id Surakarta pada Senin 15 Juni 2026, seorang pedagang kacang-kacangan di Pasar Legi Solo, Widakdo, menuturkan bahwa harga kedelai impor eceran saat ini dijual Rp11.000 per kilogram. Harga tersebut bertahan lebih dari satu bulan setelah sebelumnya berada di kisaran Rp10.000 per kilogram.

"Sudah sebulan lebih harganya Rp11.000 per kilogram, sebelumnya sekitar Rp10.000-an," ujar Widakdo.

Widakdo menambahkan, pasokan kedelai yang masuk ke Pasar Legi juga masih lancar tanpa kendala distribusi. Sebagai pedagang eceran, ia mengaku memiliki stok sekitar 1 ton yang biasanya dipasok secara berkala setiap pekan.

Selain kedelai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas kacang hijau dan kacang tanah. Untuk kacang hijau impor jenis Burma, harganya naik dari Rp25.000 menjadi Rp26.000 per kilogram. Sementara itu, kacang tanah yang sebagian besar berasal dari India dan Tiongkok naik dari kisaran Rp30.000 menjadi sekitar Rp31.000 per kilogram.

Pedagang sekaligus produsen tahu tempe di Pasar Legi Solo memilih mengurangi takaran karena naiknya harga kedelai (Foto: RRI/SF)

Di sisi lain, kenaikan harga kedelai impor dari Amerika Serikat sebagai bahan baku tempe dan tahu membuat produsen di Tegal Mulyo, Mojosongo, Solo, sekaligus penjual di Pasar Legi, Parni, mengaku terpaksa mengurangi ukuran dan ketebalan tahu buatannya. Hal itu dilakukan untuk menekan biaya produksi agar usaha tetap bertahan dan menghasilkan untung. Pasalnya, produsen tahu sulit menaikkan harga jual produknya.

"Sekarang bertahan hanya dengan mengurangi takaran, harga tetap biasa. Mengurangi takaran yang biasanya 10 kg kini hanya 9 kg kedelai. Pengurangan takaran masak membuat tahu dan tempe menjadi lebih tipis," katanya.

Kenaikan harga kedelai dan plastik juga berpengaruh terhadap omzetnya. Apalagi, Parni memilih tidak menaikkan harga produk tahu dan tempe. Ia masih menjual ukuran kecil isi 10 biji seharga Rp3.000 dan ukuran besar seharga Rp5.000. (SF)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....