Kesadaran Lingkungan Meningkat, Permintaan Besek Bambu Wadah Kurban Melonjak
- 28 Mei 2026 20:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Momen Hari Raya Iduladha tidak hanya membawa berkah bagi pedagang perlengkapan bakar sate, kipas, dan tusuk sate. Perajin dan pedagang besek bambu untuk wadah pembagian daging kurban juga mengalami lonjakan permintaan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan kemasan ramah lingkungan.
Saat ditemui KBRN di Pasar Legi Solo pada Kamis 28 Mei 2026, salah seorang pedagang peranti dapur, Marmono, menyebutkan bahwa permintaan besek bambu selalu meningkat setiap momen Iduladha. Bahkan, kenaikan penjualan tahun ini mencapai 100 persen jika dibandingkan dengan hari biasa.
Menurut Marmono, jenis dan ukuran besek yang dipesan cukup beragam, menyesuaikan dengan kapasitas daging kurban yang akan dibagikan. Tahun ini, besek ukuran kapasitas lima kilogram dan tujuh kilogram menjadi yang paling banyak diminati masyarakat.
"Pesanan besek datang dari berbagai daerah, termasuk dari masjid-masjid di Wonogiri. Jumlah pemesanan mencapai ratusan hingga ribuan buah. Ada yang pesan 1.000 besek ukuran sedang, ada juga yang 500 buah untuk ukuran besar, tergantung kapasitas masjidnya," ujar Marmono.
Mengenai harga, Marmono merinci besek ukuran tujuh kilogram dijual seharga Rp10.000 per pasang, ukuran lima kilogram Rp8.000 per pasang, sedangkan ukuran kecil dijual mulai Rp15.000 hingga Rp18.000 per paket dengan isi lima pasang.
Hal senada diungkapkan oleh pedagang besek bambu di Pasar Kleco Solo, Ari. Ia mengatakan peningkatan permintaan sudah mulai dirasakan sejak H-2 Iduladha dan terus ramai hingga saat ini. Dalam sehari, Ari mampu menjual sedikitnya 100 pasang besek, naik dua kali lipat dibanding hari biasa.
"Kenaikan permintaan ini turut memengaruhi harga jual. Sekarang ada kenaikan harga sekitar Rp1.000 per paket isi 5 tangkep (pasang), atau naik Rp200 per tangkep. Kenaikan ini berlaku untuk beberapa ukuran," kata Ari.
Ari memperkirakan kenaikan harga besek bambu ini hanya bersifat sementara selama momentum Iduladha dan diprediksi kembali normal dalam dua hari ke depan. (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....