DPD Juleha Kota Solo Kembali Gelar Sangu Njagal, Jaga Syariat Penyembelihan Qurban
- 25 Mei 2026 18:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Demi menjaga penyembelihan hewan qurban sesuai syariat menjelang Iduladha, Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Solo mengadakan acara Sangu Njagal di Masjid Agung pada Minggu, 24 Mei 2026.
Ada tiga pelatihan yang diberikan, yakni metode perobohan hewan qurban, pengasahan pisau potong dan praktek sembelih yang baik sesuai syariat.
Ditemui disela-sela kegiatan, Ketua DPD Juleha Solo, Muhammad Jamuri, mengatakan bahwa acara Sangu Njagal ini sudah kedua kali diadakan. Dirinya menambahkan, bahwa acara ini diadakan untuk memberikan kesiapan para juru sembelih yang bertugas saat Iduladha, terkait kesiapan ilmu, alat hingga APD.
"Tujuannya adalah para takmir masjid, panitia qurban dan para juru sembelih itu betul-betul siap ketika nanti bertugas di hari raya Iduladha dan hari tasyrik, dari mulai ilmunya, alatnya dan kemudian APD-nya semuanya siap. Maka kita namakan sangu sebagai bekal nanti mereka tugas tidak asal-asalan, aman sesuai dengan syariat," kata Muhammad Jamuri.
Acara Sangu Njagal ini diikuti sebanyak 300 peserta dari Solo Raya hingga daerah lain, seperti Salatiga, Madiun, Kulon Progo hingga Purworejo. Selain di Masjid Agung, DPD Juleha Kota Solo juga memberikan edukasi penyembelihan hewan qurban di 50 titik se-Solo Raya.
Ditambahkan Muhammad Jamuri, ada beberapa syariat penyembelihan hewan qurban yang perlu diketahui dan dipahami para juru sembelih, dari beragama muslim hingga mengetahui kesempurnaan pemotongan hewan qurban.
"Penyembelihan yang jelas secara syariat itu, dia terputusnya dua urat namanya hulqum, jalur nafas dan jalur makan dan minum itu wajib. Nah, ini kalau sempurnanya ada empat ya, ada jalur makan, minum sama jalur darah yang dua. Kemudian orangnya muslim yang baik, salatnya terjaga, terus kemudian dia berilmu," katanya menambahkan.
Selain syariat yang disebutkan Muhammad Jamuri, Bidang Diklat Kepelatihan Juleha Solo, Afif Zaki Athallah juga menambahkan para juru sembelih perlu memperhatikan cara menjatuhkan hewan yang baik.
"Karena kita juga di Juleha itu banyak sekali teknik-teknik yang kita berikan kepada masyarakat untuk wawasannya, ada teknik dorong dan tarik serta kombinasi tarik dan dorong itu tadi. Tapi yang mungkin ditekankan bagaimana tidak menyiksa hewan ketika melakukan perubuhan, lalu melakukan penyembelihan dengan secara cepat dan sesuai dengan syariat," ucap Afif Zaki Athallah.
Lebih lanjut, Afif Zaki Athallah berharap dengan adanya Sangu Njagal, bisa memberikan pengalaman, pelajaran dan pengembangan ilmu. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....