Mahasiswa UNS Diajak Bangun Kebiasaan Keuangan Sehat sejak Dini
- 12 Sep 2026 13:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) mendapat edukasi mengenai pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. Edukasi bertema “Smart Money, Save Future” tersebut digelar Bank Raya di Kantor Solopos Media Group (SMG), Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan tersebut membahas cara mahasiswa mengatur uang secara lebih terencana, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun pos pengeluaran, menabung, hingga menentukan tujuan finansial. Mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep investasi dan pentingnya memahami fungsi setiap instrumen keuangan sebelum menempatkan dana.
Financial Planner, Himawan Adhi mengatakan, mahasiswa perlu mengubah cara pandang mengenai pekerjaan dan pengelolaan uang. Menurutnya, bekerja seharusnya tidak hanya dipandang sebagai cara memperoleh pendapatan untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai proses membangun sumber pendapatan pasif untuk masa depan.
“Teman-teman harus mempunyai mindset kita bukan bekerja seumur hidup, tapi kita bekerja untuk waktu yang tidak singkat untuk mengumpulkan passive income. Passive income itulah yang bisa mendanai kita seumur hidup,” kata Himawan.
Himawan menjelaskan, langkah awal dalam membangun keuangan adalah memahami aset dan liabilitas. Mahasiswa perlu mengenali jenis aset yang dimiliki, termasuk membedakan aset yang nilainya dapat bertumbuh atau menghasilkan pendapatan dengan aset konsumtif yang justru menggerus kondisi keuangan.
Menurutnya, pemilihan aset harus disesuaikan dengan tujuan keuangan masing-masing. Ia menyebut terdapat instrumen yang lebih berorientasi memberikan penghasilan, sementara instrumen lainnya ditujukan untuk meningkatkan nilai kekayaan.
“Tiga harapan tujuan berinvestasi itu ada tiga. Yang pertama adalah mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Himawan mengatakan, instrumen yang dapat memberikan penghasilan antara lain deposito dan reksa dana, sementara tabungan juga dapat memberikan penghasilan meskipun nilainya perlu diperhitungkan terhadap inflasi. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat instrumen yang lebih diarahkan untuk meningkatkan kekayaan melalui pertumbuhan nilai aset.
Ia mencontohkan emas, properti yang nilainya meningkat, saham yang tidak berorientasi pada dividen, serta aset kripto yang diperoleh dengan strategi tertentu sebagai instrumen yang lebih berorientasi pada peningkatan kekayaan. Karena memiliki tujuan berbeda, pemilihan instrumen investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan keuangan seseorang.
“Yang kedua, adalah menaikkan kekayaan. Tiga harapan tujuan berinvestasi yang kedua adalah menaikkan kekayaan. Contoh instrumennya apa? Emas. Emas batangan,” jelasnya.
Himawan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengikuti tren investasi tanpa memahami tujuan penggunaan uang. Menurutnya, seseorang yang masih membutuhkan penghasilan sebaiknya mempertimbangkan instrumen yang dapat memberikan pendapatan, sementara investasi untuk pertumbuhan kekayaan dapat dilakukan ketika kebutuhan penghasilan telah lebih terjamin.
“Kalau dia belum punya pengganti penghasilan karena dia pensiun, maka enggak tepat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan pengenalan mengenai cara membuat pos-pos keuangan. Pengelolaan uang dapat dilakukan dengan memisahkan dana untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dana darurat, hingga tujuan keuangan tertentu.
Community Branch Leader Bank Raya Solo, Irma Novrianti Hanandar menjelaskan, pengelolaan keuangan dapat dibantu dengan pemisahan pos dana melalui fasilitas digital. Konsep tersebut diarahkan agar uang yang diterima dapat langsung dibagi berdasarkan kebutuhan dan tujuan masing-masing.
“Teman-teman kalau sudah buat, mungkin nanti bisa membantu. Itu bisa dibuat sampai dengan 10. Artinya teman-teman itu bisa menghapus dan membuat kembali. Jadi, teman-teman bisa pos-pos itu terpisah,” jelas Irma.
Irma mencontohkan mahasiswa yang menerima uang bulanan dari orang tua dapat membagi dana tersebut ke sejumlah pos, seperti kebutuhan makan, transportasi, tabungan, maupun kebutuhan lainnya. Pembagian pos dilakukan untuk membantu mahasiswa mengetahui ke mana uang digunakan.
Selain edukasi pengelolaan keuangan, mahasiswa juga dikenalkan dengan Raya Active yang menghubungkan aktivitas fisik dengan kebiasaan menabung. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menentukan target aktivitas fisik sekaligus target keuangan.
Kegiatan Smart Money, Save Future di Kantor Solopos Media Group (SMG) tersebut menekankan bahwa pengelolaan keuangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Mahasiswa didorong untuk memahami kondisi keuangannya, menentukan prioritas, dan mulai mempersiapkan tujuan finansial jangka panjang. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....