Road to BIK 2026, OJK Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat Solo Raya

  • 06 Sep 2026 19:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kota Surakarta dan pemangku kepentingan di Solo Raya menggelar Kick Off Road to Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Solo Raya 2026 di Taman Balekambang, Minggu 6 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 2 OJK Provinsi Jawa Tengah, Hermanto, mengatakan inklusi keuangan menjadi salah satu indikator prioritas dalam pembangunan nasional. Pemerintah Indonesia menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98 persen pada 2045.

“Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, tingkat inklusi keuangan nasional saat ini telah mencapai 93,61 persen. Tentu angka ini kita sambut gembira, tetapi tetap harus kita perjuangkan sampai mencapai 98 persen,” katanya.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi antara OJK, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, OJK Solo bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan TPAKD se-Solo Raya telah melaksanakan 70 kegiatan literasi dan edukasi keuangan. Kegiatan tersebut diikuti 19.039 peserta dari berbagai kelompok masyarakat.

Sasaran kegiatan meliputi pelajar, mahasiswa, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, komunitas pekerja migran Indonesia, hingga masyarakat umum. OJK juga memberikan sejumlah penghargaan kepada pihak yang berkontribusi dalam penguatan literasi keuangan di Solo Raya.

“Di bulan September ini kita telah memasuki periode Road to BIK 2026 yang nantinya akan ditutup dengan kegiatan puncak Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober mendatang,” ucapnya.

Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, Road to BIK 2026 diharapkan dapat memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Industri jasa keuangan juga didorong menghadirkan inovasi, produk, insentif, serta berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi kolaborasi OJK, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Solo Raya, industri jasa keuangan, serta berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan akses terhadap layanan keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar seremoni pembukaan atau kegiatan olahraga saja. Lebih dari itu, kita menyaksikan bahwa akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan sesuai kebutuhan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Astrid.

Astrid mengatakan, literasi dan inklusi keuangan perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin mandiri dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, komunitas, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan.

Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, menyambut baik pelaksanaan rangkaian Road to BIK 2026 sebagai ruang kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....