OJK Solo dan TPKAD Klaten Gelar Puncak Hari Indonesia Menabung
- 22 Agt 2026 22:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Klaten terus memperkuat komitmen dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 sekaligus peluncuran Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Desa Sidowarno di Pendopo Kantor Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Kamis 20 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya menabung sejak dini dan memperluas akses layanan keuangan hingga ke masyarakat desa. Kepala OJK Solo, Mohammad Mufid, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Klaten, Much Nasir, serta pimpinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Kabupaten Klaten hadir mendampingi sekitar 400 peserta yang terdiri atas guru, pelajar SD–SMP, pelaku UMKM, kelompok PKK, dan perangkat desa.
Hari Indonesia Menabung ditetapkan setiap tanggal 20 Agustus berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019. Tahun ini, HIM mengusung tema "Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan". Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya menabung sejak dini serta implementasi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Kepala OJK Solo, Mohammad Mufid, menekankan pentingnya dukungan terhadap pelaksanaan program HIM untuk mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal secara bijak.
"OJK mendukung penuh kampanye ini dengan terus mendorong masyarakat agar memiliki kebiasaan menabung melalui edukasi keuangan dan pemanfaatan layanan keuangan formal, sehingga seluruh masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan," kata Mufid.
Sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah, akses keuangan di wilayah pedesaan diimbangi dengan perluasan yang lebih inklusif melalui peluncuran program EKI Desa Sidowarno.
"Ekosistem keuangan inklusif di tingkat desa diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan. Pengembangan ekosistem ini membutuhkan sinergi antarpemangku kepentingan, baik pemerintah, akademisi, komunitas, maupun lembaga jasa keuangan," lanjut Mufid.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Klaten, Much Nasir, mewakili Bupati Klaten menyampaikan bahwa HIM bukan sekadar momentum mengajak masyarakat menyimpan uang di LJK, melainkan upaya membangun budaya keuangan yang sehat.
"Masyarakat perlu diberikan peningkatan literasi keuangan sehingga memahami produk dan layanan keuangan serta manfaat, risiko, hak, dan kewajibannya supaya mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat," kata Nasir.
Ia menambahkan, Pemerintah Daerah mendukung peluncuran EKI sebagai langkah strategis membangun ekosistem yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan akses layanan dan produk keuangan sesuai kebutuhan.
"Program inklusi keuangan harus diarahkan bukan hanya kepada masyarakat yang sudah bankable, melainkan ditujukan juga kepada masyarakat yang selama ini belum memiliki akses layanan keuangan formal agar dapat dimanfaatkan secara optimal," pungkas Nasir.
Rangkaian acara dilengkapi penyerahan simbolis program EKI dan edukasi keuangan oleh OJK Solo bersama perwakilan LJK Kabupaten Klaten mengenai kewaspadaan terhadap investasi ilegal serta pengenalan produk layanan keuangan legal.
Desa Sidowarno sendiri memiliki potensi ekonomi kreatif unggulan berupa tatah sungging wayang, kaligrafi, dan bordir payet, serta berpredikat sebagai desa wisata edukasi kerajinan tangan.
Program EKI Desa Sidowarno dilaksanakan melalui tiga tahapan: Pra-inkubasi, Inkubasi, dan Pasca-inkubasi. Pada tahap Inkubasi, program meliputi sosialisasi dan edukasi keuangan kepada pelaku UMKM, PKK, Posyandu, Gapoktan, Karang Taruna, Pokdarwis, serta kelompok kemasyarakatan lainnya.
Adapun program inklusi keuangan yang dihadirkan mencakup Simpanan Pelajar (SimPel), Tabungan Emas, Tabungan Haji, Pembukaan Rekening Saham melalui Sekolah Pasar Modal, dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Melalui sinergi Pemerintah Kabupaten (TPAKD), OJK, dan LJK, program EKI diharapkan mampu memperkuat fondasi perekonomian lokal sekaligus meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di wilayah perdesaan Klaten dan sekitarnya. Program ini diproyeksikan menjadi percontohan (role model) desa inklusif yang mampu mengelola potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan. (rel/sf)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....