Kurangi Emisi, Pemkot Solo Dorong Pelaku Industri Terapkan Konsep Industri Hijau
- 08 Mei 2026 15:11 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta terus mendorong penerapan industri hijau sebagai upaya meningkatkan efisiensi sekaligus menekan produksi limbah dan emisi lingkungan. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan proses produksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi, menjelaskan bahwa sosialisasi industri hijau bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para pelaku usaha. Menurutnya, program ini diharapkan mampu membangun komitmen bersama antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.
"Saat ini jumlah limbah dan emisi yang berhasil dikelola masih di bawah 20 persen. Karena itu, sosialisasi terus dilakukan agar pelaku industri, mulai dari skala kecil hingga besar, dapat menerapkan efisiensi sumber daya dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan," ujar Agung dalam kegiatan sosialisasi di Zigna Kampung Batik Laweyan, Kamis 7 Mei 2026.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang membuka acara tersebut menekankan bahwa sektor industri merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kota Solo. Ia mendorong berbagai sektor industri, seperti tekstil, makanan, furnitur, dan industri pendukung lainnya, untuk mulai beralih ke sistem produksi berkelanjutan.
"Penerapan industri hijau difokuskan pada efisiensi penggunaan bahan baku. Terutama pada proses produksi yang masih menggunakan energi fosil, agar secara bertahap beralih menuju energi terbarukan," ungkap Astrid.
Selain efisiensi energi, Pemkot Surakarta juga fokus pada peningkatan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan manajemen industri dalam menghadapi standarisasi serta sertifikasi industri hijau.
Saat ini, pemerintah daerah aktif melakukan pemantauan terhadap sejumlah sentra industri, di antaranya, sentra tahu dan tempe Mojosongo. Sentra kerajinan blangkon dan industri tekstil dan batik (Kauman serta Laweyan).
Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan penerapan pengurangan limbah dan emisi berjalan optimal di lapangan. Kegiatan sosialisasi ini sendiri diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari pelaku IKM, perwakilan perangkat daerah, hingga elemen masyarakat tingkat kelurahan. (SF/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....