Ancam Ketahanan Pangan, DPRD Desak Normalisasi Irigasi Jono-Gawan
- 25 Nov 2025 10:36 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Polemik saluran irigasi di wilayah perbatasan Desa Jono dengan Desa Gawan Kecamatan Tanon mendapatkan perhatian DPRD Sragen. Anggota Komisi III DPRD Sragen Basuki mendesak Pemkab Sragen segera turun melakukan penanganan.
"Ini segera pemerintah daerah dari DPU segera turun ke sana melakukan survei terus nanti permasalahan di mana segera ditindaklanjuti," ujar Basuki Senin (24/11/2025).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta dinas terkait untuk mencari pokok permasalahan dan segera ditindaklanjuti. "Karena kalau tidak segera ditangani pasti petani akan merasa dirugikan, karena ini mulai musim tanam," kata dia menandaskan.
Baca Juga: Sawah Kebanjiran Petani Sragen Ini Ancam Tutup Saluran Irigasi
Dia menilai saluran memang layak dinormalisasi dan harus segera dilakukan. Menurutnya jika dibiarkan berlarut larut akan mengganggu ketahanan pangan.
"Anggaran (normalisasi) harus jadi prioritas. jangan menganggu program ketahanan pangan yang dicanangkan presiden Prabowo," ucapnya.
Sebelumnya Kades Gawan Sutrisno mengusulkan pembuatan saluran baru di Jono. Perlunya membuat saluran di sisi timur-selatan hingga jalan raya, lalu memecah arus ke utara menuju dukuh Kerokan.
"Langkah ini akan mengurangi genangan di Gondang Panjen sebelah barat," kata dia.
Lantas Gawan bersedia dipaksa membuka saluran, dengan syarat jalur air di wilayah Desa Gentan juga harus dibuka. "Dulu periode pertama sempat dibuka lurus ke timur, tapi kemudian dilarang," ungkapnya.
Kemudian saluran utama menuju Bengawan Solo harus diperdalam agar tumpuan air bisa mengalir lancar ke sungai besar. Sutrisno juga menyayangkan lambannya penanganan dari instansi terkait.
"Belum lama ini kami diundang DPU bersama Kades Jono, Gentan, Karangwaru, dan Karungan. Pihak BBWS turun, tapi cuma cek lokasi saja. Masalah belum terurai, kalau hujan deras nasib kami masih sama," pungkasnya.
Sementara itu Bupati Sragen Sigit Pamungkas sudah meninjau lokasi polemik irigasi Jono&Gawan, Senin (25/11/2025). Bupati didampingi oleh petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mencari solusi.
Sebelumnya, polemik saluran irigasi terjadi di perbatasan Desa Jono dengan Perbatasan Desa Gawan Kecamatan Tanon dalam beberapa hari terakhir. Dari polemik tersebut puluhan hektare sawah di desa tersebut dilaporkan mengalami gagal tanam hingga tiga kali akibat tergenang air berminggu-minggu.
Kondisi ini dipicu penutupan saluran irigasi di perbatasan Desa Jono - Desa Gawan. Para petani Desa Jono mendesak agar saluran menuju Desa Gawan segera dibuka agar air dapat mengalir lancar menuju Bengawan Solo.
Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, warga Jono mengancam akan melakukan aksi balasan dengan menutup saluran masuk dari arah barat yang menuju desa Jono. Hal ini disampaikan perwakilan petani Desa Jono Sukardi kepada wartawan.
Menurut Sukardi penutupan jalur air di Desa Gawan selama ini membuat lahan pertanian di wilayah Gawan berdampak fatal bagi Desa Jono, karena air tidak lancar dan menenggelamkan benih tanaman padi mereka yang baru ditanam. Hingga saat ini, pihak Desa Jono belum merealisasikan ancaman penutupan saluran dari barat dan menunggu solusi. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....