Sawah Kebanjiran, Petani Sragen Ini Ancam Tutup Saluran Irigasi
- 24 Nov 2025 20:51 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Petani di Desa Jono Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen melakukan aksi protes penutupan saluran irigasi di perbatasan Desa Jono dengan Desa Gawan. Petani menyebut, penutupan saluran irigasi Gawan mengancam lahan pertanian di wilayah Jono yang berpotensi kebanjiran.
Dari polemik tersebut, puluhan hektare sawah di Desa Jono dilaporkan mengalami gagal tanam hingga tiga kali akibat tergenang air berminggu-minggu.
"Intinya warga petani Jono meminta saluran perbatasan Jono-Gawan dibuka. Jika tidak, kami terpaksa menutup saluran dari arah barat yang membawa air dari Desa Ketro, Karangwaru, dan Slogo masuk ke desa kami," ujar perwakilan petani Desa Jono, Sukardi kepada wartawan, Senin (24/11/2025).
Menurut Sukardi penutupan jalur air di Desa Gawan selama ini berdampak fatal bagi Desa Jono. Karena air tidak lancar dan menenggelamkan benih tanaman padi yang baru ditanam.
Mekipun belum merealisasikan ancaman penutupan saluran dari barat, namun petani memperingatkan dampak domino yang serius. "Jika Jono menutup saluran, wilayah Desa Karangwaru berpotensi besar ikut tergenang banjir, karena airnya mbalik (kembali naik)," ucap dia.
Sementara itu, Kepala Desa Gawan, Sutrisno, menegaskan bahwa wilayah Gawan tidak bermaksud merugikan tetangga. Melainkan turut menjadi korban banjir yang sama.
Menurut Sutrisno, tudingan bahwa Gawan menutup total jalur air tidak sepenuhnya benar. Dia menjelaskan, penutupan dilakukan pada percabangan saluran dari arah Plupuh-Karungan.
"Di sana ada pertigaan saluran, satu ke timur (Gawan) dan satu ke utara. Kalau yang ke timur kami buka, Gawan terkena dua hantaman aliran sekaligus. Akhirnya kami arahkan ke utara," kata Sutrisno.
Dia memaparkan bahwa banjir yang menggenangi Jono hingga wilayah Gawan disebabkan oleh debit air kiriman dari wilayah barat, meliputi Karangasem, Ketro, Slogo, Brumbung, dan Gabugan. Air tersebut menumpuk di Jono dan Gawan karena aliran menuju Bengawan Solo tidak lancar.
Sutrisno menyayangkan lambannya penanganan dari instansi terkait. "Belum lama ini kami diundang DPU bersama Kades Jono, Gentan, Karangwaru, dan Karungan. Pihak BBWS turun, tapi cuma cek lokasi saja. Masalah belum terurai, kalau hujan deras nasib kami masih sama," ucap dia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....