Kemenbud Apresiasi Peresmian Tahir Solo Museum, Sebut yang Terbesar di Indonesia
- 26 Jul 2026 15:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peresmian (soft opening) Tahir Solo Museum di Kota Surakarta pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Museum yang diprakarsai oleh Direktur Utama Tahir Foundation, Dato Sri Tahir ini dinilai menjadi langkah nyata masyarakat dalam mendukung pemajuan kebudayaan nasional.
Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI, Agus Mulyana, mengungkapkan ketakjubannya saat memberikan sambutan dalam peresmian museum tersebut. Berdasarkan pengalamannya berkeliling ke berbagai wilayah di tanah air, dirinya menegaskan bahwa Tahir Solo Museum merupakan museum terbesar di Indonesia.
"Saya sudah banyak keliling ke seluruh Indonesia karena sebagai direktur museum. Ya, ini adalah museum terbesar di seluruh Indonesia," kata Agus Mulyana.
Dirinya menambahkan bahwa kemegahan museum ini diharapkan mampu membangkitkan kembali memori kolektif Solo sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa yang sangat penting.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Mulyana menyampaikan beberapa poin krusial mengenai peran strategis museum bagi bangsa, yakni pelestarian warisan budaya sebagai penghubung masa lalu sebagai pelajaran, masa kini sebagai kenyataan, dan masa depan sebagai harapan.
Dari segi pendidikan, museum bisa menanamkan nilai-nilai sejarah dan membangun karakter bangsa, mengingat kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh pendidikan serta jadi penguat identitas bangsa.
Ditambahkan Agus Mulyana, dirinya juga berharap dengan banyaknya universitas dan kehadiran Tahir Solo Museum, bisa menjadi ruang penelitian bagi para Mahasiswa.
"Terpenting bagaimana museum dapat mendukung pada penelitian. Saya berharap ke depan karena Solo ini banyak Universitas besar, sehingga bisa menjadi pusat penelitian agar mampu berkembang," katanya menambahkan.
Kementerian Kebudayaan juga berkomitmen untuk terus mendukung keberadaan museum ini melalui pendampingan regulasi, pendataan registrasi, hingga standarisasi museum.
Agus Mulyana berharap langkah Dato Sri Tahir dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi pihak swasta lain, serta masyarakat luas untuk turut berkontribusi dalam mendirikan fasilitas-fasilitas kebudayaan di Indonesia. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....