Visitasi SDM Museum Gelar Penguatan Kapasitas dan Pengelolaan Museum Modern

  • 22 Jul 2026 11:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID,Surakarta - Dalam upaya memperkuat tata kelola warisan sejarah dan meningkatkan standar pelayanan publik di sektor kebudayaan, kegiatan Visitasi dan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Museum se-Kota Surakarta sukses diselenggarakan selama dua hari, mulai Rabu (15 /7/2026) hingga Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang melibatkan para pengelola, kurator, dan staf teknis dari berbagai museum di wilayah Surakarta dan sekitarnya ini berfokus pada pendampingan tata kelola museum modern, digitalisasi koleksi, serta peningkatan kualitas pelayanan terhadap pengunjung.Dalam agenda visitasi hari pertama (15 Juli 2026), tim penilai dan pendamping mengunjungi beberapa museum bersejarah di Solo, termasuk Museum Radya Pustaka dan Museum Keraton Surakarta.

Evaluasi lapangan difokuskan pada aspek inventarisasi koleksi, pemeliharaan benda cagar budaya, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk edukasi publik.Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong museum-museum di Surakarta agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak kuno, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang publik yang dinamis, edukatif, dan ramah bagi berbagai generasi khususnya anak muda dan wisatawan manca negara.

"SDM museum merupakan fondasi utama dalam merawat ingatan kolektif bangsa. Melalui visitasi ini, kita ingin memastikan para pengelola memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, baik dari segi preservasi digital maupun teknik pemanduan (storytelling)," ujar Maretha Dinar Cahyono,Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Surakarta.

Selama dua hari pelaksanaan, visitasi SDM museum mencakup beberapa fokus kegiatan utama dalam Standardisasi Tata Kelola & Preservasi evaluasi fisik kondisi penyimpanan koleksi, sanitasi ruang pameran, serta penanganan konservasi artefak batu, kayu, dan naskah kuno.

Digitalisasi & Manajemen Informasi Pendampingan pembuatan sistem katalogisasi digital untuk mempermudah riset akademis dan akses keterbukaan informasi publik.Peningkatan Service Excellence Pelatihan pelayanan pengunjung, penyusunan narasi sejarah yang komunikatif (storytelling), serta penyediaan fasilitas inklusif bagi penyandang disabilitas.Strategi Pemasaran & Publikasi Multiplatform Diskusi mengenai pemanfaatan media sosial dan kolaborasi lintas lembaga untuk meningkatkan angka kunjungan (visitorship).

Hasil dari visitasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi museum-museum di Kota Surakarta dalam menyusun program kerja berbasis inovasi digital dan pelayanan publik yang lebih prima. Dengan SDM yang kompeten dan adaptif, museum-museum di Solo optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata edukasi dan pusat kebudayaan terkemuka di Indonesia.(Aditya Wardhana)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....