Resmikan Tahir Solo Museum, Respati Ardi Harap Jadi Peningkat Mutu SDM

  • 25 Jul 2026 16:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kota Solo resmi memiliki destinasi wisata edukasi dan sejarah baru berstandar internasional dengan diresmikannya Tahir Solo Museum yang berlokasi di Kecamatan Jebres pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Kehadiran museum ini diharapkan tidak hanya menjadi landmark baru, tetapi juga pendorong peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) serta literasi budaya di Kota Bengawan.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tahir Foundation serta seluruh jajaran yang telah mewujudkan pembangunan museum ini. Menurutnya, Tahir Solo Museum bukan sekadar bangunan fisik biasa.

"Atas nama Pemerintah Kota Surakarta dan warga Solo, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Tahir Foundation. Museum ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang belajar, pelestarian budaya, dan inspirasi bagi generasi penerus," kata Respati Ardi.

Respati menambahkan bahwa dirinya berharap dengan kehadiran museum ini bisa menyiapkan masa depan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

"Ini menjadi berkah dan museum ini kita persiapkan untuk generasi-generasi penerus kita ke depan. Mari kita jadikan Tahir Solo Museum ini sebagai kebanggaan bersama yang dapat memperkuat literasi budaya, memperluas wawasan pengetahuan, serta melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, namun tetap mengakar pada nilai-nilai budaya bangsa," katanya menambahkan.

Sementara itu, Direktur Utama Tahir Foundation, Dato Sri Tahir, mengungkapkan alasan emosional di balik keputusannya membangun museum megah di kawasan Jebres ini. Dirinya mengenang sosok almarhumah ibundanya yang merupakan warga asli Solo dari kawasan Kampung Balong, Pasar Gede.

"Tadi pagi saya menyapa ibu saya. Ibu saya adalah asli orang Solo, kita dibesarkan di Pasar Gede. Ibu meninggalkan Solo umur 16 tahun, tapi hari ini anaknya kembali ke kampungnya mengingat semua kebaikan beliau. Solo mempunyai makna tersendiri untuk saya, ini adalah bentuk sumbangsih dan rasa terima kasih saya kepada negeri dan Kota Solo," ucap Dato Sri Tahir.

Dato Sri Tahir juga menjelaskan bahwa pembangunan museum seluas lima hektar ini baru merupakan fase pertama. Pembangunan akan dilanjutkan ke fase berikutnya yang mencakup auditorium tertutup dan terbuka untuk ajang internasional, hingga fasilitas penunjang lain seperti pengembangan UMKM untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal.

Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh pejabat Kementerian Kebudayaan RI, perwakilan UNESCO, perwakilan International Council of Museums (ICOM), jajaran Forkopimda Jawa Tengah dan Surakarta, serta tamu undangan internasional lainnya.

Tahir solo meseum memiliki empat tingkatan lantai, pada bagian paling bawah diisi robotic, lantai ground floor, diisi patung dinosaurus hingga stasiun luar angkasa, lantai satu diisi astronot dan lantai dua paling atas ruang pameran dan bioskop. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....